Pixel Code jatimnow.com

Sebulan Mengabdi, KKN UMSURA Kelompok 18 Tinggalkan Kenangan di Dungus

Editor : Tim Jatimnow   Reporter : Ali Masduki
Penutupan KKN UMSURA digelar di Balai Desa Dungus, Senin (3/8/2026) malam. (Foto: Tim KKN for jatimnow.com)
Penutupan KKN UMSURA digelar di Balai Desa Dungus, Senin (3/8/2026) malam. (Foto: Tim KKN for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebulan menjalani pengabdian di Desa Dungus, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 18 Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) akhirnya berpamitan kepada warga.

Penutupan KKN yang digelar di Balai Desa Dungus, Senin (3/8/2026) malam, berlangsung dalam suasana hangat sekaligus haru. Selain menjadi penanda berakhirnya program pengabdian, acara itu menjadi ruang bagi mahasiswa dan warga untuk mengenang berbagai aktivitas yang mereka jalani bersama.

Sejak sebelum acara dimulai, halaman balai desa telah dipenuhi warga. Anak-anak, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta para orang tua datang untuk menyaksikan malam perpisahan mahasiswa KKN.

Kedekatan yang terbangun selama sebulan terlihat dari interaksi antara mahasiswa dan warga. Mereka saling menyapa, berbincang, hingga mengabadikan momen bersama sebelum mahasiswa meninggalkan Desa Dungus.

Acara penutupan diawali penampilan anak-anak Desa Dungus. Mereka membawakan sejumlah pertunjukan yang sebelumnya dipersiapkan bersama mahasiswa KKN.

Penampilan anak-anak mendapat sambutan meriah dari warga. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan Gema Wahyu Ilahi yang membawa suasana menjadi lebih khidmat sebelum memasuki rangkaian utama penutupan.

Ketua KKN Kelompok 18 UMSURA, Ilham Fajri, mengatakan pengalaman selama berada di Desa Dungus memberikan pelajaran yang lebih luas daripada sekadar menjalankan program kerja kampus.

“Kami datang dengan membawa rencana dan program kerja, tetapi pulang dengan membawa begitu banyak pelajaran dari masyarakat. Terima kasih kepada seluruh warga Desa Dungus yang telah menerima kami dengan hangat, membantu setiap kegiatan, dan membuat kami merasa memiliki keluarga baru di sini,” ujar Ilham.

Menurut dia, keterlibatan warga menjadi salah satu faktor yang membuat berbagai kegiatan KKN dapat berjalan. Interaksi selama satu bulan juga membuat mahasiswa tidak hanya menjalankan agenda pengabdian, tetapi ikut memahami kehidupan sosial masyarakat desa.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Dungus. Ia menilai keberadaan mahasiswa KKN memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membangun kedekatan dengan warga dari berbagai kelompok usia.

“Kami mengapresiasi seluruh mahasiswa KKN UMSURA yang selama satu bulan telah membersamai masyarakat Desa Dungus. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan memberi manfaat dan disambut baik oleh warga,” tuturnya.

Salah satu hasil yang ditinggalkan mahasiswa adalah penyerahan Teknologi Tepat Guna (TTG) kepada Pemerintah Desa Dungus. Selain TTG, mahasiswa juga menyerahkan cendera mata sebagai bagian dari penutup rangkaian pengabdian.

Baca juga:
Umsura Perkuat Ekosistem Kreatif Lewat Sound of Downtown

Mahasiswa berharap teknologi yang telah dirintis selama KKN dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Dengan begitu, hasil program tidak berhenti ketika masa KKN berakhir.

Suasana penutupan kembali meriah ketika anak-anak Desa Dungus tampil membawakan Tari Solo. Tepuk tangan dan sorak warga memenuhi balai desa, menunjukkan kedekatan yang telah terbentuk selama mahasiswa berada di tengah masyarakat.

Namun, momen paling emosional terjadi ketika lampu balai desa diredupkan dan layar besar menampilkan after movie perjalanan KKN Kelompok 18.

Tayangan itu merangkum berbagai aktivitas mahasiswa selama sebulan, mulai dari pelaksanaan program kerja, kegiatan pendidikan dan kesehatan, aktivitas keagamaan, kerja bakti, hingga interaksi bersama anak-anak dan warga.

Tawa sempat terdengar ketika wajah mahasiswa dan warga muncul dalam tayangan. Namun, suasana kemudian berubah menjadi haru. Sejumlah warga terlihat mengusap mata, sementara mahasiswa berusaha menahan tangis ketika menyaksikan kembali momen-momen kebersamaan mereka.

Bagi warga, mahasiswa KKN tidak lagi sekadar peserta program kampus. Selama sebulan, mereka ikut hadir dalam aktivitas desa, bermain bersama anak-anak, membantu kegiatan masyarakat, serta berinteraksi dalam keseharian warga.

Baca juga:
KKN di Kediri, Mahasiswa Umsura Kenalkan Akuaponik IoT

Bagi mahasiswa, Desa Dungus menjadi ruang belajar di luar kampus. Mereka mendapatkan pengalaman mengenai kebersamaan, kepedulian, dan kehidupan bermasyarakat yang tidak seluruhnya dapat diperoleh melalui pembelajaran di ruang kuliah.

Setelah pemutaran after movie, mahasiswa KKN Kelompok 18 tampil bersama di hadapan warga. Penampilan itu kembali disambut tepuk tangan sekaligus suasana haru.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang digelar selama pelaksanaan KKN. Keceriaan para penerima hadiah membuat suasana kembali lebih ringan setelah sebelumnya dipenuhi haru.

Meski acara resmi berakhir, sejumlah warga masih bertahan di balai desa untuk berbincang dan berfoto bersama mahasiswa. Anak-anak yang selama ini mengikuti berbagai kegiatan KKN juga tampak enggan berpisah.

Berakhirnya KKN Kelompok 18 UMSURA di Desa Dungus bukan sekadar penanda berakhirnya masa pengabdian selama sebulan. Di balik program dan hasil kegiatan, mahasiswa membawa pulang pengalaman, sementara warga menyimpan kenangan atas kebersamaan yang telah terjalin.

Masa pengabdian memang memiliki batas waktu. Namun, mahasiswa dan warga berharap hubungan yang telah terbentuk tetap terjaga dan dapat menjadi pijakan bagi silaturahmi maupun kolaborasi di kemudian hari.