jatimnow.com - Kos-kosan di Komplek Perumahan Dharmahusada Permai, blok V, Mulyorejo, Surabaya mengklaim telah mengantongi izin.
Hal tersebut diungkapkan pemilik kos melalui Kuasa Hukumnya, Edy Tarigan, usai evaluasi ulang izin dan bangunan dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Selasa (4/8/2026).
"Kalau aturan, perizinan, kita sudah lengkapin semua, dari klien kami sudah ada semua," ucap Hj Etar, sapaan akrab Edy Tarigan, dilokasi.
Ia berharap Pemkot Surabaya melalui DPRKPP tetap konsisten pada izin yang telah terbit. Bukan menganulir suara mayoritas, dari penolakan warga.
"Kalau terkait tidak sesuai ataupun ada ketinggian dan hal itu pihak dinas terkait aja yang mungkin lebih kompeten menyampaikan," jelas Hj Etar.
Sementara kuasa hukum warga RW 11, Jozua Poli mengatakan, hal yang terbalik dari klaim pemilik usaha kos.
Baca juga:
Izin dan Bangunan Kosan di Perumahan Dharmahusada Permai Dipastikan Tak Sesuai
Menurut Jozua, izin yang dimiliki telah kedaluarsa. Karena, dalam Perda nomor 4 Tahun 2026, pendirian kos di area perumahan tidak diizinkan.
"(Malahan) Dalam Perda yang lama itu, izin PBG nya itu hanya 3 lantai. Padahal secara fisik ini kenyataannya ada 5 lantai. Kemudian ketinggian bangunan adalah 15 meter," ucap Jozua.
Saat ini, dari pantauan di lokasi bangunan tersebut telah di pasangi tanda silang dari Pemkot Surabaya. Namun, aktivitas renovasi tetap berjalan secara normal. Nampak, beberapa pekerja dan tukang masih melalukan finishing pada area dalam dan pagar luar.
Baca juga:
DPRKPP Tinjau Kos-kosan di Dharmahusada Permai, Sebut Ada Bagian Bangunan Tak Sesuai Perizinan
"Memang sudah ada tanda silang dari pemkot ya. Ada pelanggaran terhadap Perda. Jadi kalau mereka ingin mengevaluasi, jadi harus merujuk pada Perda nomor 4 Tahun 2026 tentang hunian yang layak," pungkasnya.
Pantauan dilokasi, evaluasi izin dan bangunan berjalan secara kondusif. Warga yang menolak berdirinya kos-kosan lima lantai tersebut juga turut mengawal berjalannya proses evaluasi hingga selesai.
Sementara pemilik kos-kosan nampak merekrut sejumlah pria berbadan besar untuk mengamankan area kos-kosan. Beberapa mengenakan kostum body guard.