Pixel Code jatimnow.com

Dari Pembangkit Listrik hingga Kendaraan, PLN Pamerkan Inovasi Ekosistem Hidrogen Masa Depan

Editor : Ni'am Kurniawan   Reporter : Dadang Kurnia
ICE Hydrogen SUV, kendaraan hidrogen besutan PLN NP. (Foto: PLN NP for jatimnow.com)
ICE Hydrogen SUV, kendaraan hidrogen besutan PLN NP. (Foto: PLN NP for jatimnow.com)

jatimnow.com – Pengembangan energi hidrogen di Indonesia kini tidak lagi sekadar wacana konseptual. PT PLN Nusantara Power (PLN NP) secara progresif telah memasuki fase implementasi dengan mengoperasikan delapan Green Hydrogen Plant (GHP) yang memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) sebagai sumber listrik untuk proses elektrolisis.

Capaian impresif dan strategi pengembangan ekosistem hidrogen masa depan tersebut dibeberkan secara langsung oleh PLN NP dalam ajang berskala internasional, Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026, yang digelar di Jakarta International Convention Center, Kamis (23/7/2026).

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa inovasi hidrogen merupakan bagian fundamental dari transformasi perusahaan dalam menghadirkan solusi energi rendah emisi sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi Indonesia.

"Bagi PLN Nusantara Power, hidrogen bukan sekadar alternatif bahan bakar, melainkan strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem energi masa depan. Kami mengembangkan seluruh rantai nilainya, mulai dari riset, produksi hidrogen hijau, infrastruktur pendukung, hingga pemanfaatannya pada pembangkit listrik dan sektor transportasi," tegas Ruly.

Kepala Satuan Technology Development and Asset Management PLN NP, Hery Artady, yang hadir memaparkan strategi perusahaan di ajang tersebut menjelaskan bahwa langkah transisi ini dibangun berdasarkan konsep energy trilemma, yakni menghadirkan pasokan energi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan.

Pengembangan ekosistem hidrogen ini diwujudkan melalui lima pilar utama. Pertama, Ammonia to Power (A2P) yang telah didemonstrasikan melalui co-firing amonia di unit pembangkit Gresik.

Baca juga:
ITS Geber Inovasi Bensin Sawit hingga PLTS Apung

Kemudian Green Hydrogen Plant (H2P) yang telah beroperasi di 8 titik, diawali dari kawasan Muara Karang. Selanjutnya Fuel Cell Technology (FCT). Pengembangan Hydrogen Fuel Cell Generator (HFCG) sebagai pembangkit listrik portabel bebas emisi yang telah menyokong elektrifikasi di Pulau Gili Ketapang.

Keempat, Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), inovasi kendaraan berbahan bakar hidrogen seperti Hydrogen Electric (H-E) Nusantara, hydrogen van untuk logistik, dan ICE Hydrogen SUV. Terakhit, Hydrogen Refueling Station (HRS), yaitu stasiun pengisian bahan bakar hidrogen 'Merah Putih' yang telah dibangun di Muara Karang, Rembang, Muara Tawar, serta unit Mobile HRS.

Seluruh inovasi hidrogen ini merupakan bagian dari enam strategi utama PLN NP untuk mencapai target Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060.

Baca juga:
Inovasi Kapal Gas ITS Sabet Juara 2 Dunia di Kompetisi Feri New York

Selain hidrogen, strategi tersebut mencakup percepatan pengembangan EBT, co-firing biomassa, dedieselisasi dan gasifikasi, hingga penerapan teknologi penangkap karbon atau Carbon Capture Storage/Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS).

Melalui partisipasi di ajang GHES 2026, PLN NP menargetkan terjalinnya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, industri, lembaga riset, akademisi, dan mitra strategis. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mengakselerasi pengembangan ekosistem hidrogen nasional yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.