jatimnow.com - Nasib naas dialami Shofiudin (27), seorang pedagang tempe asal Kelurahan Sumbertaman, Probolinggo. Pemuda ini menjadi sasaran aksi pembegalan saat melintas di depan kompleks pemakaman Tionghoa, Jalan Raya Mastrip, Kamis (9/7/2026) subuh.
Kapolsek Wonoasih, Kompol Lukman Hadi mengatakan kejadian bermula saat korban baru saja singgah di Pasar Krempyeng Jrebeng dan melanjutkan perjalanan menuju Pasar Bantaran. Dalam suasana jalan yang masih sepi, empat pelaku yang berboncengan dua motor tiba-tiba merampas kendaraannya secara paksa.
Akibat insiden tersebut, Shofiudin tak hanya kehilangan alat transportasi untuk mencari nafkah, tetapi juga seluruh stok tempe dagangannya yang terpasang di motor.
"Korban mengalami luka sabetan senjata tajam dan berhasil menyelamatkan diri kemudian dievakuasi ke Puskesmas Wonoasih untuk mendapatkan perawatan," ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Korban mengaku dibuntuti oleh para pelaku yang mengendarai dua unit sepeda motor. Saat sudah dekat pelaku memepet korban dan mematikan kontak motor. Mereka menyerang korban dengan senjata tajam. Korban sempat mendapat dua sabetan senjata tajam yang mengarah ke bagian kepala. Beruntung, helm yang dikenakan Shofiudin berhasil menahan bacokan tersebut.
Baca juga:
Kebakaran Hanguskan Toko Ban dan Pracangan di Jalur Pantura Paiton Probolinggo
"Pelaku memepet korban, mematikan kontak motor, lalu menyerang korban dengan senjata tajam," terangnya.
Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. Mereka meminta keterangan sejumlah saksi dan melakukan pengejaran terhadap komplotan pelaku.
Baca juga:
Seminggu di Kota Probolinggo 2026 Prioritaskan UMKM dan PKL Lokal
"Masih proses penyelidikan semoga bisa terungkap dalam waktu dekat ini," pungkasnya.