Pixel Code jatimnow.com

Manufacturing Surabaya 2026 Perkuat Ekosistem Industri Timur Indonesia

Editor : Tim Jatimnow   Reporter : Ali Masduki
Manufacturing Surabaya 2026 menghadirkan teknologi, otomasi, energi, dan agrikultur untuk memperkuat ekosistem manufaktur di Indonesia Timur. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Manufacturing Surabaya 2026 menghadirkan teknologi, otomasi, energi, dan agrikultur untuk memperkuat ekosistem manufaktur di Indonesia Timur. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Penguatan industri manufaktur di Indonesia Timur menjadi salah satu fokus dalam penyelenggaraan Manufacturing Surabaya 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-20, pameran industri tersebut hadir dengan cakupan yang lebih luas melalui kolaborasi sektor manufaktur, energi, dan agrikultur guna mendukung lahirnya pusat-pusat industri baru di kawasan timur Indonesia.

Pameran yang digelar 15–18 Juli 2026 di Grand City Convention & Exhibition Center (Convex) Surabaya itu menghadirkan berbagai teknologi manufaktur, otomasi industri, logistik, hingga solusi energi yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri nasional.

Manufacturing Surabaya kembali digelar bersamaan dengan Machine Tool Surabaya, Tools & Hardware Surabaya, serta Industrial Automation & Logistics Surabaya. Tahun ini, penyelenggara juga menambah dua agenda baru, yakni Indonesia Energy Week Surabaya dan Growtech Indonesia.

Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia, Meysia Stephannie, mengatakan transformasi industri tidak lagi dapat dijalankan secara terpisah. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kebutuhan untuk mempercepat inovasi dan investasi di sektor manufaktur.

"Transformasi industri membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang mampu mempertemukan kebutuhan pasar, perkembangan teknologi, serta peluang investasi dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Melalui Manufacturing Surabaya 2026, kami ingin menghadirkan platform yang mempercepat adopsi inovasi, memperluas jejaring bisnis, sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis bagi pelaku industri di Timur Indonesia," ujar Meysia.

Mengusung tema "New Industrial Hub di Timur Indonesia", pameran tersebut dirancang sebagai platform terintegrasi yang menghubungkan industri manufaktur, energi, dan agrikultur. Sinergi ketiga sektor diharapkan mampu menghasilkan solusi yang lebih efisien, memperkuat rantai pasok, sekaligus meningkatkan produktivitas industri nasional.

Menurut Meysia, pertumbuhan kawasan industri di Indonesia Timur membuka peluang besar untuk memperkuat rantai nilai manufaktur. Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi yang lebih erat antar pelaku industri.

Baca juga:
Tarif Angkutan Muatan PELNI Naik Mulai 1 Juli 2026, Cek Jenis yang Terdampak

"Potensi kawasan industri di Timur Indonesia semakin besar. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kerja, adopsi teknologi, produktivitas, dan kolaborasi di seluruh rantai pasok menjadi faktor penting. Manufacturing Surabaya hadir sebagai wadah untuk mempertemukan seluruh kebutuhan tersebut," katanya.

Selain menghadirkan ratusan produk dan teknologi industri, penyelenggara juga menyiapkan sejumlah program pendukung. Di antaranya Forklift Hero Competition dan Kaizen Clinic yang bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kerja, budaya continuous improvement, efisiensi operasional, serta keselamatan kerja di lingkungan industri.

Program Business Matching juga kembali digelar untuk mempertemukan pelaku industri dengan supplier maupun calon mitra strategis. Skema tersebut diharapkan mempercepat terbentuknya kerja sama bisnis dan memperluas jaringan antarperusahaan.

Baca juga:
Dorong Efisiensi Industri, Kawan Lama Solution Expo 2026 Hadir di Surabaya

Melalui penyelenggaraan tahun ini, Manufacturing Surabaya ingin memperkuat perannya sebagai wadah pertukaran pengetahuan, pengembangan jejaring bisnis, sekaligus mempercepat adopsi teknologi menuju industri manufaktur Indonesia yang lebih adaptif, inovatif, dan kompetitif.

Pamerindo Indonesia mengundang pelaku industri, distributor, penyedia teknologi, asosiasi, akademisi, pemerintah, hingga investor untuk berpartisipasi dalam Manufacturing Surabaya 2026.

Selain menjadi ajang memperkenalkan teknologi terbaru, pameran tersebut juga membuka peluang kerja sama bisnis dan memberikan gambaran mengenai arah transformasi industri manufaktur Indonesia pada masa mendatang.