jatimnow.com - Menjelang kunjungan resmi Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia dalam waktu dekat, perhatian kembali tertuju pada perjalanan kepemimpinannya selama lebih dari satu dekade.
Lawatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan Indonesia–India yang selama ini berkembang di bidang perdagangan, investasi, pertahanan, ekonomi digital, hingga kerja sama menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Modi kembali menjabat sebagai Perdana Menteri India untuk periode ketiga setelah dilantik pada 9 Juni 2024.
Mandat yang kembali diberikan melalui pemilihan umum dipandang sebagai cerminan dukungan publik terhadap kebijakan pembangunan yang dijalankan sejak ia mulai memimpin pada 2014.
Di bawah pemerintahannya, India mempercepat pembangunan infrastruktur, mendorong reformasi ekonomi, memperkuat sektor industri, serta memperluas berbagai program kesejahteraan masyarakat.
Berbagai langkah tersebut turut mengangkat posisi India sebagai salah satu kekuatan ekonomi yang semakin diperhitungkan di dunia.
Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, mengatakan kunjungan Modi diharapkan membuka babak baru dalam hubungan kedua negara.
"Kunjungan resmi PM Narendra Modi ke Indonesia diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Indonesia dan India selama ini menjalin kerja sama yang erat di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pertahanan, ekonomi digital, hingga penguatan stabilitas kawasan Indo-Pasifik," terangnya.
Berangkat dari Latar Belakang Sederhana
Narendra Modi lahir di Gujarat pada 17 September 1950 dari keluarga sederhana. Ia berasal dari kelompok masyarakat Other Backward Class (OBC) yang secara historis menghadapi tantangan ekonomi dan pendidikan.
Latar belakang tersebut disebut membentuk karakter kepemimpinannya yang dekat dengan masyarakat serta memberi perhatian pada kelompok berpenghasilan rendah.
Sejak memimpin India, Modi mengusung filosofi pembangunan "Sabka Saath, Sabka Vikas, Sabka Vishwas" atau Bersama Semua, Pembangunan untuk Semua, Kepercayaan Semua.
Filosofi tersebut menjadi dasar berbagai kebijakan pemerintah di bidang pembangunan ekonomi, kesejahteraan sosial, infrastruktur, dan keamanan nasional.
Keberhasilan sejumlah program itu turut mengantarkan Bharatiya Janata Party (BJP) memenangkan Pemilu 2019 dan kembali memperoleh mandat pada Pemilu 2024.
Kemiskinan Menurun, Program Sosial Diperluas
Pemerintah India mencatat penurunan angka kemiskinan multidimensi dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan NITI Aayog, hampir 250 juta warga India keluar dari kategori kemiskinan multidimensi sepanjang periode 2005–2026.
Di bidang perlindungan sosial, program Pradhan Mantri Ujjwala Yojana yang diluncurkan pada 2016 telah memberikan sambungan gas memasak gratis kepada lebih dari 100 juta keluarga kurang mampu, terutama rumah tangga yang dipimpin perempuan.
Program tersebut membantu mengurangi penggunaan kayu bakar sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Baca juga:
India dan Indonesia Gotong Royong Menyusuri Badai Geopolitik
Pemerintah juga memperluas akses listrik hingga menjangkau sekitar 18.000 desa yang sebelumnya belum teraliri jaringan listrik.
Sektor perumahan menjadi agenda lain yang diprioritaskan. Melalui program PM Awas Yojana, lebih dari 42 juta rumah disetujui pembangunannya selama 2014–2024.
Setelah kembali dilantik pada 2024, kabinet Modi menyetujui pembangunan tambahan 30 juta rumah di wilayah pedesaan maupun perkotaan.
Sementara melalui program PM-KISAN, lebih dari 92 juta petani menerima bantuan langsung dengan total nilai mencapai lebih dari 2,11 miliar dolar Amerika Serikat.
Infrastruktur dan Reformasi Ekonomi
Transportasi menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian besar selama pemerintahan Modi.
India memperluas jaringan jalan tol, jalur kereta api, konektivitas digital, hingga transportasi air untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Dalam keterangan resminya, Kedutaan Besar India di Indonesia menyebut pembangunan transportasi menjadi salah satu fondasi transformasi ekonomi nasional.
"PM Modi percaya bahwa transportasi merupakan sarana penting menuju transformasi. Oleh karena itu, Pemerintah India terus bekerja untuk menciptakan infrastruktur generasi masa depan," demikian keterangan resmi Kedutaan Besar India di Indonesia.
Salah satu program yang dijalankan ialah UDAN (Ude Desh Ka Aam Nagrik) yang memperluas akses penerbangan domestik sehingga meningkatkan konektivitas antardaerah dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru.
Di sektor industri, pemerintah meluncurkan program Make in India untuk memperkuat posisi negara tersebut sebagai pusat manufaktur global.
Berbagai reformasi investasi dan penyederhanaan regulasi juga dilakukan guna menarik investasi.
Data Pemerintah India menunjukkan peringkat negara itu dalam indeks Ease of Doing Business naik dari posisi 142 pada 2014 menjadi peringkat 63 pada 2019.
Reformasi perpajakan melalui penerapan Goods and Services Tax (GST) pada 2017 dengan konsep One Nation, One Tax juga menjadi bagian dari penyederhanaan sistem perpajakan nasional.
Momentum Perkuat Kemitraan Indonesia–India
Selain dikenal aktif membangun komunikasi langsung dengan masyarakat, Modi juga memanfaatkan berbagai platform digital untuk menjangkau publik.
Menurut Duta Besar India untuk Indonesia, pertemuan kedua pemimpin negara diharapkan menghasilkan peluang kerja sama yang lebih luas bagi kedua negara.
"Pertemuan kedua negara juga diharapkan membuka peluang baru bagi peningkatan kemitraan strategis yang saling menguntungkan," kata Shri Sandeep Chakravorty saat diskusi bersama media Jawa Timur dan Jawa Tengah secara daring.