Pixel Code jatimnow.com

PTPN I Jelaskan Kronologi Penanganan Kebakaran di Kebun Kampe Banyuwangi

Editor : Tim Jatimnow   Reporter : Ali Masduki
Kebakaran terjadi pada Senin (29/6/2026) dan menghanguskan tumpukan kayu hasil penebangan pohon mangga di kawasan kebun. (Foto: PTPN for jatimnow.com)
Kebakaran terjadi pada Senin (29/6/2026) dan menghanguskan tumpukan kayu hasil penebangan pohon mangga di kawasan kebun. (Foto: PTPN for jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 membantah tudingan menghalangi petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banyuwangi saat menangani kebakaran di area Kebun Kampe, Afdeling Sidomulyo, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo.

Perusahaan menyatakan proses penanganan kebakaran dilakukan sesuai prosedur keselamatan, termasuk pengaturan akses dan sterilisasi area sebelum tim pemadam melakukan pemadaman.

Kebakaran terjadi pada Senin (29/6/2026) dan menghanguskan tumpukan kayu hasil penebangan pohon mangga di kawasan kebun. Setelah mengetahui munculnya titik api, petugas internal kebun langsung melakukan penanganan awal sesuai standar tanggap darurat perusahaan.

PTPN I Regional 5 menjelaskan, koordinasi teknis dilakukan karena lokasi kebakaran berada di wilayah operasional perusahaan. Langkah tersebut mencakup pemeriksaan kondisi lokasi, penentuan jalur masuk, hingga pengamanan area agar proses pemadaman berlangsung aman.

Usai koordinasi selesai, petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banyuwangi bersama aparat terkait, petugas internal kebun, serta masyarakat sekitar melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan dan tidak merambat ke area lain.

Baca juga:
Ikhtiar Buruh Kebun Banyuwangi Mengikis Diskriminasi Gender di Ladang

Corporate Secretary PTPN I Regional 5, R.I. Setiyobudi, memastikan tidak ada upaya menghalangi petugas pemadam selama proses penanganan berlangsung.

"Tidak ada unsur penghalangan terhadap petugas pemadam kebakaran. Yang dilakukan di lapangan adalah pengaturan akses dan sterilisasi area sebagai bagian dari prosedur keselamatan. Kami juga mengapresiasi respons cepat petugas pemadam kebakaran, aparat terkait, serta dukungan masyarakat. Kolaborasi seluruh pihak membuat situasi dapat segera terkendali," ujarnya.

Baca juga:
PTPN I Regional 5 Gandakan Lahan Tembakau Klaten, Bangun 38 Sumur Bor

Sebagai tindak lanjut, PTPN I Regional 5 melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) di seluruh unit kebun agar koordinasi penanganan keadaan darurat dapat berjalan lebih efektif.

Perusahaan juga memastikan kebakaran tersebut tidak menimbulkan kerugian maupun korban. Keselamatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan tetap menjadi prioritas dalam setiap kegiatan operasional perusahaan.