Pixel Code jatimnow.com

Remaja 13 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Nuris Jember

Editor : Dadang Kurnia   Reporter : Sugianto
Tim SAR gabungan saat proses pencarian (Foto: Humas Basarnas Banyuwangi for jatimnow.com)
Tim SAR gabungan saat proses pencarian (Foto: Humas Basarnas Banyuwangi for jatimnow.com)

jatimnow.com – Niat hati mengambil sandalnya yang terjatuh ke sungai, seorang remaja berinisial AH (13) justru meregang nyawa. Korban ditemukan tewas tenggelam di aliran Sungai Nuris, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, pada Selasa (30/6/2026) sore.

Jasad korban berhasil dievakuasi Tim SAR gabungan sekitar pukul 15.50 WIB. Tubuh remaja nahas tersebut ditemukan di dasar sungai yang berjarak sekitar 20 meter ke arah barat dari titik awal dirinya dilaporkan terpeleset dan tenggelam.

Kepala Basarnas Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menjelaskan bahwa proses pencarian di lokasi sangat menantang dan harus mengandalkan metode penyelaman. Hal ini dikarenakan kedalaman Sungai Nuris di titik kejadian tergolong curam, yakni mencapai sekitar enam meter.

Tim Rescue Pos SAR Jember tiba di lokasi pukul 15.03 WIB dan langsung berkoordinasi dengan seluruh unsur gabungan. Melalui upaya penyelaman, pada pukul 15.50 WIB korban akhirnya berhasil ditemukan, namun sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Baca juga:
Hilang Saat Berenang di Bengawan Solo, Pemuda Bojonegoro Ditemukan Meninggal

"Pada pukul 15.50 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 20 meter ke arah barat dari lokasi kejadian," katanya.

Usai berhasil diangkat ke daratan, jenazah AH langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD dr. Soebandi Jember guna proses penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Baca juga:
Pemuda 18 Tahun Hilang Terseret Arus Bengawan Solo Bojonegoro

Seiring keberhasilan evakuasi korban, Tim SAR gabungan langsung menggelar debriefing pada pukul 16.16 WIB dan secara resmi menutup operasi pencarian kemanusiaan tersebut. Seluruh personel gabungan dari berbagai unsur kemudian dikembalikan ke satuannya masing-masing.

"Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada musim dengan debit air yang berpotensi berubah sewaktu-waktu," pungkasnya.