Pixel Code jatimnow.com

Dolar AS Tembus Rp18.038, Rupiah Kian Tertekan

Editor : Dadang Kurnia   Reporter : Fatkhur RIzky
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah. (Foto: Gemini AI)
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah. (Foto: Gemini AI)

jatimnow.com - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali mencatat penguatan pada Kamis (4/6/2026). Berdasarkan data konversi mata uang yang ditampilkan Google Finance, 1 dolar AS berada di level Rp18.038 pada pukul 12.04 WIB.

Angka tersebut menunjukkan tren penguatan dolar yang terus berlangsung dalam sebulan terakhir. Dari grafik pergerakan kurs, nilai tukar USD terhadap rupiah mengalami kenaikan bertahap sejak awal Mei 2026 dari kisaran Rp17.300 hingga akhirnya menembus level Rp18.000 pada awal Juni.

Penguatan dolar AS membuat rupiah berada dalam posisi terlemah. Kenaikan kurs ini turut menjadi perhatian pelaku usaha, terutama sektor yang masih bergantung pada bahan baku impor dan transaksi menggunakan mata uang dolar.

Kenaikan kurs dolar juga berpotensi memengaruhi biaya perjalanan luar negeri, pendidikan internasional, hingga pembelian produk dan layanan digital yang menggunakan mata uang AS sebagai alat pembayaran.

Baca juga:
Rupiah Tertekan Dolar AS, Pakar Beberkan Tips Aman Kelola Uang

Meski demikian, penguatan dolar tidak selalu berdampak negatif. Bagi pelaku usaha yang berorientasi ekspor, kondisi ini dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional karena harga produk menjadi relatif lebih murah bagi pembeli dari luar negeri.

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam beberapa waktu ke depan masih akan menjadi perhatian pasar. Selain dipengaruhi faktor global, kurs juga bergerak mengikuti dinamika ekonomi dan sentimen pelaku pasar terhadap kondisi keuangan internasional.

Baca juga:
Gubes Unair Bongkar Biang Kerok Pelemahan Rupiah dan Strategi Penyelamatannya

Data kurs pada Kamis siang menunjukkan dolar AS masih bertahan di atas level psikologis Rp18.000, menandai tren penguatan yang terus berlanjut sejak beberapa pekan terakhir.