jatimnow.com - Seorang pria berinisial S (48), warga Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, tewas usai petasan yang sedang diraciknya untuk persiapan Idul Adha meledak, pada Sabtu (23/5/2026). Berikut lima fakta di balik peristiwa tragis tersebut
1. Ledakan terdengar hingga desa tetangga
Ketua RT 9 RW 1 Desa Jenggolo, Sujarno mengatakan suara ledakan petasan di rumah S, terdengar sangat keras hingga radius ratusan meter.
“Tahunya kita suara petasan meledak. Dari orang-orang terdengar sampai Desa Mangunrejo, Desa Sengguruh juga. Waktu kejadian keluarganya nggak ada yang kena, ada istri, mertua, dan anaknya. Mungkin pas kejadian mereka sedang keluar,” ucap Sujarno, Senin (25/5/2026).
Rumahnya hancur, S tewas dalam perawatan di rumah sakit dengan luka bakar yang cukup parag.
2. Korban sempat mengalami kejadian serupa 10 tahun lalu
Menurut Sujarno, ledakan petasan di rumah korban bukan pertama kali terjadi. Sekitar 10 tahun lalu, petasan buatan korban juga pernah meledak.
“Ini kejadian kedua kalinya. Sebelumnya pernah mungkin 10 tahun lalu, ngebross sampai sebagian rumahnya terbakar, tapi nggak separah ini,” jelas Sujarno.
3. Korban sempat dirawat sebelum tewas
Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinanjar menyebut korban ditemukan masih hidup dengan luka bakar di beberapa bagian tubuh. Dia kemudiam dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya meregang nyawa.
“Korban ditemukan dalam kondisi mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh. Saat ditemukan masih hidup, kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan,” kata Bambang Subinanjar.
Baca juga:
Tim Gegana Polda Jatim Dalami Penyebab Petasan Meledak di Kasembon Malang
4. Polisi menemukan petasan siap ledak di lokasi
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan berbagai barang bukti berupa petasan dan bahan peledak di rumah korban. P
“Barang bukti berupa petasan berbagai ukuran telah diamankan,” jelas Bambang.
Saat ini kepolisian masih mendalami penyebab pasti ledakan termasuk menelusuri asal-usul bubuk petasan itu.
“Saat ini penyidik masih mendalami penyebab pasti ledakan tersebut, termasuk menelusuri dari mana asal bubuk petasan yang digunakan korban,” tambah Bambang.
Baca juga:
Petasan Meledak di Malang, Sejumlah Rumah Hancur, 1 Orang Dilaporkan Tewas
5. Keluarga menolak autopsi korban
Setelah menjalani perawatan intensif sekitar dua jam di RSUD Kanjuruhan Kepanjen, korban dinyatakan meninggal dunia. Polisi sempat mengajukan autopsi, namun pihak keluarga menolak.
“Keluarga korban menerima peristiwa ini dan tidak menghendaki dilakukan autopsi. Meski demikian, penyelidikan tetap kami lanjutkan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian ini,” pungkasnya.