Pixel Code jatimnow.com

Air Limbah TPA Pakusari Cemari Pertanian, DPRD Jember Siapkan Langkah Serius

Editor : Yanuar D   Reporter : Sugianto
Komisi A DPRD Jember saat melakukan RDP bahas persoalan TPA. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Komisi A DPRD Jember saat melakukan RDP bahas persoalan TPA. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com – Air limbah dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari dilaporkan mencemari saluran irigasi hingga lahan pertanian milik warga. Menyikapi hal ini, Komisi A DPRD Jember berjanji akan mengambil langkah serius.

Keputusan tersebut diambil setelah Komisi A menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH), Selasa (5/6/2026).

Ketua Komisi A DPRD Jember, Budi Wicaksono, mengatakan kondisi TPA Pakusari saat ini sudah melebihi kapasitas. Dampaknya, air lindi mencemari area persawahan warga.

“Sampah di Jember sudah overload dan lahan sawah warga ikut tercemari. Kami akan membuat penahan air agar limbah tidak keluar dan mencemari lingkungan. Minimal fasilitas dasar seperti pagar akan dipenuhi melalui perubahan anggaran di TPA,” ujarnya.

Menurut Budi, langkah awal yang harus segera dilakukan adalah pembangunan saluran irigasi baru melalui Perubahan APBD (P-APBD).

Baca juga:
Cegah Miskomunikasi, Fawait Wacanakan Staf Ahli untuk Anggota DPRD Jember

“Harus ada normalisasi dalam perubahan anggaran, dengan kebutuhan sekitar Rp4 miliar. Nanti kemungkinan ada tambahan anggaran yang lebih besar,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa lahan TPA saat ini sangat terbatas. Pemerintah telah merencanakan lokasi baru, namun terkendala karena harus melewati lahan milik warga yang meminta biaya sewa sekitar Rp13 juta per tahun.

Selain itu, dalam RDP tersebut, DPRD juga menekankan pentingnya keterlibatan pihak swasta dalam pengelolaan sampah agar tidak terus menumpuk di TPA.

Baca juga:
DPRD Jember Bahas Ranperda Ketertiban Umum, Sound Horeg Diatur Disini

Budi turut menyoroti penggunaan plastik oleh toko-toko berjaringan yang dinilai masih tinggi, meskipun sudah ada imbauan dari pemerintah daerah.

“Minggu depan, toko berjaringan akan kami panggil dan dikumpulkan di Dinas Lingkungan Hidup. Jika masih tidak patuh, kami akan meminta bupati untuk mencabut izin usahanya. Padahal surat edaran sudah diterbitkan beberapa bulan lalu,” tegasnya.

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini, Berikut Rinciannnya
Peristiwa

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini, Berikut Rinciannnya

ebagian besar wilayah di Provinsi Jawa Timur diprakirakan akan mengalami kondisi cuaca yang bervariasi, mulai dari cerah berawan, berawan, hingga potensi fenomena udara kabur atau kabut di sejumlah kabupaten dan kota.