jatimnow.com - Ada sisi menarik di balik gelaran Turnamen Dandim Cup Kediri U12 yang berlangsung di Lapangan Bence, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, pada 17–19 April 2026 lalu.
Di tengah riuh kompetisi sepak bola usia dini itu, sosok Valentina Imelda hadir sebagai warna berbeda. Satu-satunya pemain perempuan di turnamen ini bukan sekadar pelengkap, melainkan menjadi daya tarik tersendiri yang menyedot perhatian.
Kehadiran Tina, seolah membius ribuan pasang mata. Skill olah bolanya yang luwes dan penuh percaya diri membuatnya menonjol di antara para pemain lain di lapangan.
Bersama tim Kancil Mas Kabupaten Blitar, Tina menjelma sebagai kapten sekaligus motor serangan. Ia tak hanya memimpin, tetapi juga menjadi penggerak permainan tim.
Meski harus bersaing di tengah dominasi pemain pria, hal itu tak sedikit pun menghalangi langkahnya untuk bersinar. Tina justru mampu membuktikan diri dengan membawa timnya melangkah hingga babak final, menghadapi Bintang Muda asal Kediri.
Namun, perjalanan gemilang itu harus berakhir pahit. Di partai puncak, Kancil Mas harus mengakui keunggulan lawan setelah menelan kekalahan dalam drama adu penalti.
Meski gagal meraih gelar juara, perjuangan Valentina Imelda tetap layak mendapat apresiasi. Sepanjang turnamen, mulai dari babak penyisihan grup, 12 besar, semifinal hingga final, gadis asal Malang, Jawa Timur ini sukses mencetak 21 golsebuah capaian yang mengesankan.
Usai pertandingan, suasana haru tak terelakkan. Tina tampak murung dan menangis sesenggukan. Pengagum pemain dunia Cristian Ronaldo itu masih belum percaya timnya harus kalah lewat adu penalti.
Sejumlah pelatih berusaha menghiburnya. Mantan bek Persik Kediri, Siswanto, turut menghampiri dan memberikan motivasi agar ia tidak larut dalam kesedihan.
Baca juga:
Tim Asal Surabaya Hingga Bogor Panaskan Persaingan Gerindra Cup U17 di Kediri
Di balik ketangguhannya di lapangan, Tina memiliki perjalanan yang sederhana. Ia mulai mengenal sepak bola sejak usia 10 tahun. Anak dari pasangan Agustiawan dan Yusi ini mengaku, awalnya ia hanya bermain biasa tanpa merasa memiliki bakat khusus.
“Dulu cuma main-main saja. Lalu ada pelatih yang melihat, saya diajak latihan rutin, dan akhirnya keterusan jadi pemain sampai sekarang,” ujarnya dengan nada merendah.
Keterbatasan akses menuju tempat latihan khusus perempuan tidak menyurutkan semangatnya. Untuk menjaga fisik dan mengasah visi bermain, Tina memilih berlatih bersama tim laki-laki. Meski menjadi satu-satunya perempuan di tengah dominasi pemain pria, ia mengaku tidak pernah merasa minder. Baginya, sepak bola adalah soal kerja keras tim dan kecerdasan membaca permainan.
Sebagai anak tunggal, Tina menekuni sepak bola atas keinginannya sendiri. Alasannya sederhana, namun kuat ia mencintai kebersamaan dan kerja keras kolektif yang hanya bisa ditemukan dalam sebuah tim. Dukungan penuh dari kedua orang tuanya pun menjadi energi tambahan dalam perjalanannya.
Kini, di usianya yang mulai beranjak remaja, Tina terus mempersiapkan diri untuk menghadapi turnamen-turnamen yang lebih besar. Panas terik lapangan bukan lagi menjadi hambatan, sebab mimpinya jauh lebih besar dari sekadar rasa lelah.
Baca juga:
PSSI Kota Kediri Cari Pemain untuk Porprov Jatim 2027, Usia 19-21 Tahun Merapat!
Ia pun berharap ke depan semakin banyak turnamen serupa digelar agar bakat-bakat muda seperti dirinya terus berkembang.
“Saya berharap turnamen seperti ini bisa ada terus,” ucapnya.
Turnamen Sepak Bola Dandim Cup U12 sendiri diikuti oleh 28 tim sekolah sepak bola, baik dari Kediri maupun berbagai daerah di Jawa Timur. Ajang ini menjadi bagian dari upaya PSSI Kota Kediri dalam menjaring bibit-bibit muda berbakat.
“Turnamen Dandim Cup Kediri ini merupakan bentuk program yang disiapkan oleh PSSI Kota Kediri untuk memberikan wadah sekaligus menjaring talenta muda yang ada di Kediri Raya. Program inipun juga didukung penuh oleh Dandim 0809 Kediri yang memiliki visi yang sama untuk memunculkan generasi emas di berberapa tahun ke depan,” kata Tomi Ari Wibowo, Ketua PSSI Kota Kediri.