jatimnow.com – Aksi tidak bertanggung jawab kembali menimpa petugas Pemadam Kebakaran (Damkar). Kali ini, regu pemadam dari Mako Damkar Kabupaten Jember terpaksa menelan kekecewaan setelah tergesa-gesa menuju lokasi kebakaran yang ternyata hanyalah prank alias laporan palsu.
Lebih parahnya, pelaku sengaja mengelabui petugas dengan mengirimkan foto manipulasi kejadian kebakaran dari luar negeri. Kini, pihak Damkar telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memburu pelaku yang jejak digitalnya telah terlacak berada di luar provinsi.
Komandan Regu (Danru) Mako Damkar Jember, Dwi Atmoko, mengungkapkan bahwa insiden menjengkelkan ini terjadi pada akhir pekan lalu, tepatnya Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, petugas menerima laporan via WhatsApp dari seseorang yang mengaku bernama Putra Ardiansyah.
"Pelapor membagikan shareloc (titik lokasi), foto kondisi kebakaran yang terlihat meyakinkan, serta menggunakan nomor telepon yang masih aktif. Lokasinya diinformasikan berada di wilayah Desa Klatakan, dekat SPBU Al-Qodiri, Kecamatan Tanggul," ujar Dwi saat memberikan keterangan, Selasa (14/4/2026).
Mendapat laporan kedaruratan, armada pemadam langsung menyalakan sirene dan bergegas meluncur ke lokasi kejadian. Namun, setibanya di titik koordinat yang dibagikan, petugas tidak menemukan adanya kobaran api maupun kepulan asap sedikit pun. Warga sekitar juga memastikan bahwa lingkungan mereka aman.
Sadar telah dipermainkan, petugas mencoba menghubungi kembali nomor pelapor untuk meminta klarifikasi. Nahas, kontak WhatsApp Mako Damkar justru langsung diblokir oleh pelaku.
Baca juga:
Rumah Warga Cangkring Jember Terbakar, Api Muncul dari Sela-sela Keramik
Kejanggalan semakin terbukti saat petugas meneliti ulang foto kebakaran yang dikirimkan pelaku. "Setelah kami amati dengan saksama, foto itu sangat janggal. Itu sebenarnya gambar mobil pemadam dari luar negeri, diduga dari Paraguay, yang sengaja dipotong (crop) agar terlihat seperti kejadian nyata di Jember," beber Dwi.
Tak tinggal diam, Damkar Jember langsung menggandeng aparat kepolisian untuk melacak posisi pelaku. Hasil penelusuran sementara mengungkap fakta mengejutkan, dimananomor telepon pelaku tersebut teridentifikasi beroperasi di wilayah Bandung, Jawa Barat.
Dwi sangat mengecam tindakan konyol tersebut. Ia menegaskan, prank kedaruratan bukanlah lelucon. Tindakan ini membuang waktu, sumber daya, dan berpotensi menghilangkan nyawa orang lain yang mungkin di saat bersamaan benar-benar sedang membutuhkan bantuan evakuasi.
Baca juga:
Petugas Damkar Surabaya Kena Prank Laporan Palsu
"Kami berangkat bertugas itu nyawa taruhannya. Di jalan, kami harus bermanuver cepat dengan target response time maksimal 15 menit. Kalau ternyata di-prank, ini sangat membahayakan keselamatan personel dan pengguna jalan lainnya," tegasnya dengan nada kecewa.
Sebagai bentuk peringatan keras, pihak Damkar Jember melayangkan ultimatum kepada pelaku untuk segera menunjukkan iktikad baik.
"Kami beri waktu 1x24 jam. Jika tidak ada klarifikasi dan permohonan maaf dari yang bersangkutan, langkah selanjutnya akan ditentukan oleh pimpinan. Kami siap menyerahkan kasus ini sepenuhnya ke jalur hukum agar diproses oleh kepolisian," pungkas Dwi.
URL : https://jatimnow.com/baca-83796-damkar-jember-kena-prank-laporan-kebakaran-palsu