Pixel Code jatimnow.com

Pascamudik Lebaran 2026, PELNI Surabaya Obral Diskon Kontainer

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
PELNI mencatat tren yang cenderung stabil pada periode H-15 hingga H+10 Lebaran. (Foto: Pelni for jatimnow.com)
PELNI mencatat tren yang cenderung stabil pada periode H-15 hingga H+10 Lebaran. (Foto: Pelni for jatimnow.com)

jatimnow.com -  PT PELNI (Persero) Cabang Surabaya mulai mengalihkan fokus pada penguatan distribusi logistik nasional setelah melewati masa puncak angkutan Lebaran 2026.

Sebagai langkah nyata, perusahaan pelat merah ini menebar diskon tarif kontainer sebesar 20 persen guna menjaga denyut pengiriman barang tetap kencang di periode low season.

Program diskon ini menyasar muatan dry container maupun reefer container. Para pelaku usaha atau shipper bisa memanfaatkan potongan harga tersebut melalui lima armada utama, yakni KM Dobonsolo, KM Ciremai, KM Gunung Dempo, KM Dorolonda, dan KM Sinabung.

Kepala Cabang PT PELNI Surabaya, Roni Abdullah menjelaskan bahwa insentif ini sengaja diberikan untuk menjaga stabilitas kinerja angkutan barang pascamudik.

"Kami ingin memastikan kapasitas ruang kapal tetap optimal dan distribusi logistik ke berbagai wilayah, termasuk daerah 3TP, tetap berjalan lancar meski arus penumpang sudah melandai," ujarnya saat ditemui di Surabaya, Selasa (31/3).

Masa pemesanan tiket logistik murah ini dibuka sejak 27 Maret hingga 30 April 2026. Menariknya, diskon tersebut tidak membatasi tanggal keberangkatan kapal, selama ruang muat masih tersedia.

Namun, Roni mengingatkan bahwa potongan harga hanya menyentuh tarif fleet, sementara biaya bongkar muat di pelabuhan tetap berlaku normal.

Terkait pergerakan penumpang, PELNI mencatat tren yang cenderung stabil pada periode H-15 hingga H+10 Lebaran.

Baca juga:
Antisipasi Lonjakan Mudik 2026, PELNI Siapkan 15 Armada di Jatim

Total warga yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak mencapai 17.776 orang, hanya selisih tipis sekitar 2 persen dibanding tahun lalu.

Puncak kepadatan arus balik (embarkasi) terjadi pada 28 Maret lalu, di mana KM Dorolonda mengangkut 2.635 penumpang dalam satu keberangkatan.

Sementara itu, arus kedatangan (debarkasi) justru jauh lebih masif dengan total 48.690 orang yang turun di Surabaya.

"Secara umum, operasional di lapangan berjalan terkendali. Tidak ada kendala berarti karena kesiapan armada dan sistem pelayanan sudah kami siapkan jauh-jauh hari," kata Roni.

Baca juga:
PELNI Group Gratiskan Angkut Bantuan Bencana Sumut dari Seluruh Indonesia

Bagi para pengusaha yang ingin memanfaatkan promosi logistik ini, PELNI mengarahkan reservasi dilakukan secara digital.

Melalui fitur MyCargoo di aplikasi PELNI Mobile, pengguna jasa dapat melihat ketersediaan ruang dan melakukan transaksi tanpa harus mengantre di kantor cabang.

Langkah digitalisasi ini diharapkan mampu memangkas birokrasi dan mempercepat proses pengiriman barang ke seluruh pelosok negeri.