jatimnow.com - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) menyiagakan operasional penuh di 11 gerbang maritim strategis guna menjamin stabilitas rantai pasok nasional selama periode Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
Langkah tersebut diambil untuk membendung risiko kemacetan logistik di tengah lonjakan volume barang dan mobilitas masyarakat menjelang lebaran.
Sebagai bagian dari Pelindo Group, PTP Nonpetikemas memegang kendali atas arus kargo curah dan general cargo yang menjadi urat nadi distribusi bahan pokok.
Pengelola pelabuhan memastikan tidak ada jeda layanan (24/7) di seluruh wilayah kerja agar proses bongkar muat komoditas pangan maupun energi tetap presisi sesuai jadwal.
"Kami mengawal seluruh aktivitas kepelabuhanan di wilayah kerja PTP Nonpetikemas agar tetap optimal sepanjang hari. Petugas di lapangan bersiaga penuh untuk menjaga kelancaran arus barang sehingga distribusi logistik nasional tidak terhambat oleh momentum libur panjang," ujar Dwi Rahmad Toto S., Plt. Direktur Operasi PTP Nonpetikemas.
Titik tekan perhatian tertuju pada Pelabuhan Ciwandan, Banten, dan Pelabuhan Panjang, Lampung. Mulai 11 Maret 2026, Ciwandan resmi beroperasi sebagai jalur alternatif bagi pemudik motor dan truk logistik untuk meringankan beban Pelabuhan Merak yang kerap mengalami saturasi kendaraan.
PTP Nonpetikemas menyisihkan tiga dermaga khusus kapal Ro-Ro serta area penyangga (buffer zone) yang luas di Ciwandan.
Skema ini dirancang agar kendaraan logistik menuju Sumatra tidak terjebak dalam antrean panjang, sekaligus memisahkan arus penumpang dengan angkutan barang berat.
Baca juga:
Green Port PTP Nonpetikemas Prioritaskan Kesehatan Pekerja
Di sisi seberang, Pelabuhan Panjang di Lampung bertindak sebagai simpul penerima. Fasilitas lapangan penumpukan dan dermaga di sana dikerahkan untuk mempercepat evakuasi kendaraan dari kapal, sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi komoditas strategis di Sumatra tetap sinkron.
Sesuai Keputusan Dirjen Perhubungan Darat Nomor AJ.201/2/5/DJPD/2026, pemerintah membatasi operasional angkutan barang mulai 13 hingga 29 Maret 2026. Namun, PTP Nonpetikemas memastikan kargo tertentu tetap mendapat jalur hijau.
Guna menjamin stabilitas pasokan di pasar, layanan prioritas tetap diberikan secara khusus kepada angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas, yang pergerakannya disusul oleh distribusi bahan pokok atau sembako.
Selain komoditas pangan, alur logistik untuk hewan ternak serta pupuk juga dipastikan tidak terhambat, termasuk pengiriman hantaran pos dan penyaluran bantuan bencana alam yang tetap menjadi urgensi utama di seluruh dermaga operasional.
Baca juga:
Digitalisasi Pelabuhan, Memutus Sumbatan Logistik Nonpetikemas
Senior Manager Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami, menyebutkan bahwa aspek keselamatan kerja (K3) menjadi landasan utama di tengah tekanan volume kerja yang meningkat.
"Kelancaran di dermaga mustahil tercapai tanpa sinergi ketat dengan otoritas pelabuhan dan aparat keamanan. Kami mempererat koordinasi dengan para pemangku kepentingan guna memastikan pengaturan lalu lintas di area pelabuhan berjalan tertib," kata Fiona.
Saat ini, PTP Nonpetikemas mengelola 11 cabang pelabuhan, mulai dari Tanjung Priok, Cirebon, hingga Pontianak.
Kesiapan infrastruktur di titik-titik tersebut diharapkan mampu menjaga inflasi daerah dengan menjamin ketersediaan stok barang di pasar selama hari raya.
URL : https://jatimnow.com/baca-83059-ptp-nonpetikemas-jamin-arus-logistik-tetap-mengalir-24-jam