Pixel Code jatimnow.com

Hebat! Tangan Tangguh Anak Autisme Malang Olah 27.776 Paket Nasi Ramadan

Editor : Tim Jatimnow   Reporter : Ali Masduki
Siswa Malang Autism Center (MAC) menyelesaikan pengemasan paket Nasi Berkah Ramadan untuk dibagikan ke masjid-masjid. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Siswa Malang Autism Center (MAC) menyelesaikan pengemasan paket Nasi Berkah Ramadan untuk dibagikan ke masjid-masjid. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Di sebuah dapur produksi di kawasan Malang, aroma gurih lele dan tempe goreng menyeruak. Di sana, tangan-tangan yang biasanya sulit fokus, kini bergerak ritmis.

Mereka adalah anak-anak dengan spektrum autisme dari Malang Autism Center (MAC) yang sedang menyelesaikan misi besar, yakni memproduksi 27.776 paket Nasi Berkah Ramadan untuk dibagikan selama Ramadan 2026.

Tahun ini menjadi tonggak sejarah bagi MAC. Berawal dari gerakan "Jumat Berkah" sederhana pada 2023 yang hanya mengelola 50 paket, kini volumenya melonjak drastis.

Founder MAC, Mohammad Cahyadi, mengungkapkan bahwa konsistensi menjadi kunci utama ledakan donasi tahun ini.

"Tahun pertama hanya 1.100 paket, itu pun dari lingkaran orang tua murid. Sekarang, berkat kampanye media sosial dan jejaring yang meluas, kami memegang amanah 27.776 paket nasi," ujar Cahyadi.

Bagi Cahyadi, angka puluhan ribu itu bukan target utama. Esensi program ini adalah laboratorium hidup bagi 22 anak di MAC dan 15 anak di Omah Terapi Autis (OTA). Proyek ini menguji sejauh mana mereka bisa disiplin dan konsisten dalam bekerja.

Hasilnya mengejutkan. Beberapa siswa sanggup bekerja non-stop selama enam jam, sementara yang lain mulai terbiasa dengan durasi dua hingga tiga jam.

Dalam operasional harian, anak-anak ini memegang kendali pada tahap krusial, menggoreng lauk dan pengemasan (packing).

Baca juga:
Bukan Penyakit, Ini Cara Bijak Dampingi Anak Autis

"Kami ingin melihat apakah mereka bisa tertib lebih dari satu jam? Progresnya luar biasa. Ada yang sudah bisa konsisten bekerja enam jam berturut-turut. Ini bukti bahwa intervensi perilaku selama setahun bisa mengubah perilaku negatif menjadi produktivitas nyata," tambahnya.

Menariknya, MAC tidak memaksakan seluruh proses dilakukan oleh siswa. Untuk urusan menanak nasi dalam jumlah besar, mereka memberdayakan warga sekitar.

Langkah ini diambil agar keberadaan pusat terapi ini benar-benar menjadi manfaat bagi lingkungan, sesuai prinsip Rahmatan lil 'Alamin.

Distribusi nasi kotak ini menjangkau area luas, mulai dari jantung Kota Malang, Sengkaling, hingga Kota Batu. Setiap harinya, minimal 1.722 porsi nasi meluncur ke masjid-masjid dan masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga:
Jangan Lewatkan Malang Autism Colors 2025, Simak Keseruannya Disini!

Dari Keluarga Mampu Hingga Prasejahtera

MAC mengelola anak-anak dengan pendekatan yang unik. Selain kelas premium di MAC, mereka memiliki unit Omah Terapi Autis (OTA) di Neptunus dan Bululawang yang khusus merangkul 15 anak dari keluarga kurang mampu.

"Istilahnya, kami merangkul semua. Ada yang subsidi silang, ada yang memang kami bantu penuh agar mereka punya kesempatan yang sama untuk mandiri," pungkas Cahyadi.

Proses produksi Nasi Berkah Ramadan ini dijadwalkan rampung pada 11 atau 12 Maret mendatang, menutup rangkaian maraton kebaikan yang membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk memberi manfaat bagi sesama.