Pixel Code jatimnow.com

85 Persen Koperasi Merah Putih di Kediri Raya Rampung, Target Tuntas Maret–April

Editor : Yanuar D  
Letkol Inf Dhavid Nur Hardiansyah, dalam video conference progres pembangunan KDKMP bersama Wakil Panglima TNI di ruang KDKMP Desa Nambaan. (Foto: Nanik for jatimnow.com)
Letkol Inf Dhavid Nur Hardiansyah, dalam video conference progres pembangunan KDKMP bersama Wakil Panglima TNI di ruang KDKMP Desa Nambaan. (Foto: Nanik for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kediri Raya ditargetkan rampung pada Maret atau April 2026. Saat ini progresnya mencapai 85 persen.

Hal itu disampaikan Komandan Kodim 0809/Kediri, Letkol Inf Dhavid Nur Hardiansyah, dalam video conference progres pembangunan KDKMP bersama Wakil Panglima TNI di ruang KDKMP Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Selasa (3/3/2026).

"Untuk target penyelesaian untuk koperasi Merah Putih ini pada bulan Maret atau April tahun ini," kata Dhavid.

Dihadiri Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Kapolres Kediri AKBP Bramantyo Priaji, dan Kapolres Kediri Kota Anggi Saputra Ibrahim, Dhavid memaparkan capaian progres KDKMP di Kediri Raya.

Disebutkan, dari total 390 desa dan kelurahan di Kabupaten dan Kota Kediri yang menjadi sasaran pembangunan, sebanyak 337 titik atau sekitar 85 persen telah terbangun. Sementara 53 titik lainnya masih dalam tahap penyelesaian dan koordinasi bersama Forkopimda.

"Semua desa dan kelurahan wajib ada koperasi desa, kelurahan Merah Putih. Dan itu dibangun untuk kejaderaan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut Dhavid menjelaskan di Kabupaten Kediri sendiri yang mencakup 344 desa, pembangunan telah mencapai 96 persen. Kendala yang dihadapi antara lain lokasi di dataran tinggi yang membutuhkan pemerataan lahan, akses jalan yang sulit, serta beberapa titik berada di lahan milik Perhutani dan PTPN.

Selain itu, terdapat satu titik di tanah bengkok desa dengan jumlah kurang dari 500 kepala keluarga sehingga belum memenuhi syarat. Dan sampai saat ini pihaknya masih mencari solusi bersama Masbup, sapaan akrab Bupati Kediri Hanindhito Himawana.

Sementara itu, di wilayah Kota Kediri yang terdiri dari 46 kelurahan, baru tiga titik yang terbangun dan 43 lainnya masih dalam proses. Sebanyak 12 kelurahan tidak memiliki lahan kosong karena seluruh area merupakan ruko dan perumahan.

Baca juga:
Desa dan Kelurahan di Tulungagung Kesulitan Lahan Untuk KDKMP, Ini Langkah Bupati

"Solusinya, kemarin kami sudah survei bersama Forkopimda juga. Kemudian kami mengajukan aset-aset milik PEMPROV, milik PEMKOT atau BUMN lainnya, yang sudah tidak produktif, kami ajukan untuk pengajuan dialih atau dibuat KDKMP," jelasnya.

Pihaknya mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten dan Kota Kediri dalam percepatan program strategis nasional tersebut.

Diketahui dukungan anggaran yang telah diterima untuk KDKMP mencapai Rp213,2 miliar untuk pembangunan 337 gerai. Dari jumlah tersebut, 24 titik telah mencapai progres 100 persen dalam waktu 86 hari.

Salah satu gerai yang telah selesai 100 persen yakni berada di Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem. Kepala Desa Nambaan, Mugiono, mengatakan pembangunan berhasil diselesaikan dalam waktu satu bulan sesuai target.

Baca juga:
12 Kelurahan di Tulunagung Belum Usulkan Lahan Pembangunan Koperasi Merah Putih

"Alhamdulillah dapat apresiasi bagus. Karena memang untuk Nambaan ini rencananya untuk target pengerjaan GRE 1 bulan alhamdulillah bisa tercapai dari program 1 bulan itu 100 persen," ungkapnya.

Mugiono mengatakan bahwa KDMP Desa Nambaan adalah yang pertama di Kecamatan Ngasem. Gerai ini nantinya akan difokuskan pada pengembangan UMKM, penyediaan sembako, pelayanan kesehatan serta program ketahanan pangan. Hasil panen petani desa akan dibeli, diolah menjadi beras, lalu dipasarkan kembali dengan harga terjangkau bagi warga.

"Untuk gerai ini nanti ke depannya tetap kita mengacu menaati aturan yaitu peningkatan perekonomian untuk warga kita," tegasnya.

Program Koperasi Merah Putih ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan kelurahan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten dan Kota Kediri.