Pixel Code jatimnow.com

Pelaku Perusakan Situs Mejo Miring Blitar Bersedia Kembalikan Benda Yang Diambil

Editor : Bramanta  
Foto: Situs mejo miring di Blitar yang dirusak. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Situs mejo miring di Blitar yang dirusak. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Situs Mejo Miring Blitar yang sebelumnya dirusak dan dibongkar sejumlah orang akan dikembalikan seperti semula. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Kepala Desa Siraman, Budi Arif Rohman.

Menurut Budi, para pelaku pembongkaran situs Mejo Miring di Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar siap untuk mengembalikan benda purbakala yang diambilnya. Para pelaku siap mengembalikan batu serta arca yang diambil dari situs purbakala Mejo Miring.

“Pelaku memperbolehkan untuk barang-barang itu dikembalikan kembali, karena kan sebelumnya katanya dia mengambil karena ada bisikan ghaib,” ujarnya, Senin (26/1/2026).

Dari hasil klarifikasi yang dilakukan pihak desa, diketahui para pelaku ini nekat merusak dan membongkar situs Mejo Miring karena ada bisikan ghaib. Benda-benda yang diambil dari situs Mejo Miring ini pun dibawa pulang ke rumah salah satu pelaku.

Baca juga:
Situs Mejo Miring di Blitar Dirusak, Videonya Viral di Medsos

“Setelah kita mediasi dengan berbagai pihak akhirnya yang bersangkutan berkenan untuk mengembalikan benda benda tersebut ke lokasi asal,” bebernya.

Sebelumnya, Viral aksi perusakan dan pembongkaran situs purbakala Mejo Miring di Dusun Jajakan Desa Jugo Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar. Terlihat dalam video itu ada 4 orang yang membongkar lingga yoni dengan sejumlah alat.

Baca juga:
Program Integrasi Berdampak Signifikan Tekan Overkapasitas di Lapas Blitar

Aksi ini pun sangat disayangkan karena Lingga Yoni yang berada di tanah perhutani itu merupakan situs purbakala Mejo Miring. Di situs purbakala itu juga sudah dipasang papan pengumuman dari pihak desa, namun para pelaku nekat membongkarnya dan membawanya pulang ke rumah.

Aksi pembongkaran ini tidak hanya menyasar objek utama. Para pelaku juga mempreteli batu-batu bantalan yang selama ini tersusun rapi membentuk struktur situs tersebut. Hilangnya batu-batu penyangga ini merusak nilai kontekstual dan orisinalitas situs purbakala tersebut.