Pixel Code jatimnow.com

Askab PSSI Serahkan Langkah Hukum ke Manjemen Perseta 1970 Tulungagung

Editor : Bramanta  
Foto: Ketua Askab PSSI Tulungagung, Ahmad Baharudin menunjukkan hasil rontgen pemain Perseta 1970 Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Ketua Askab PSSI Tulungagung, Ahmad Baharudin menunjukkan hasil rontgen pemain Perseta 1970 Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Pengurus Askab PSSI Tulungagung mengecam keras insiden tendangan kungfu yang menimpa pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha. Gelandang tersebut ditendang oleh pemain Putra Jaya Pasuruan, M Hilmi Gimnastiar dalam pertandingan yang babak 32 besar grup CC Liga 4 Jawa Timur, yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan. Tindakan yang tidak menunjukkan sportivitas tersebut menyebabkan Firman mengalami retak tulang rusuk kiri bagian bawah.

Ketua Askab PSSI Tulungagung, Ahmad Baharudin mengatakan aksi pemain Putra Jaya Pasuruan tersebut sangat brutal dan dilakukan secara sengaja sehingga membahayakan keselamatan pemain lainnya. Pelanggaran keras tersebut sudah melampaui batas kewajaran dalam sepak bola dan tidak bisa hanya diselesaikan dengan kartu merah dari wasit.

"Kalau melihat kejadiannya itu sangat brutal dan sengaja," ujarnya, Kamis (8/01/2026).

Firman sendiri diketahui baru bergabung dengan Perseta 1970 Tulungagung di babak 32 besar ini. Sebelumnya pemain asal Kediri tersebut memperkuat tim lain di ajang Liga 4. Setelah tim tidak lolos babak 32 besar, Firman direkrut dan bermain untuk Perseta 1970 Tulungagung. Bahrudin menyebut kondisi Firman kini berangsur pulih. Meski begitu pihaknya meminta tim untuk tidak menurunkannya.

Baca juga:
Komdis Asprov PSSI Jatim Berikan Sanksi Tegas Kepada Pemain Putra Jaya Pasuruan

"Anaknya sempat ngotot ingin bermain lagi, tapi kita larang karena masih dalam masa observasi juga," tuturnya.

Saat disinggung mengenai rencana manajemen Perseta 1970 Tulungagung untuk membawa kasus ini ke ranah hukum, Baharudin mendukungnya. Selaku Ketua Askab pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini ke pihak manajemen. Meski telah mendapatkan sanksi dari Komdis Asprov PSSI Jawa Timur, namun jika mau dilaporkan ke pihak berwajib itu merupakan wewenang manajemen.

Baca juga:
Manajemen Perseta 1970 Tulungagung Bawa Kasus Tendangan Kungfu ke Polisi

"Kita mendukung rencana tersebut, sepenuhnya keputusan manajemen seperti apa kita mendukungnya," pungkasnya.