Pixel Code jatimnow.com

Gubernur Khofifah Lepas Ekspor Produk Halal Dalam East Java Halal Indrustry Festival 2025

Editor : Yanuar D  
Gubernur Khofifah saat menghadiri East Java Halal Industry Festival 2025. (Foto: Pemprov Jatim/jatimnow.com)
Gubernur Khofifah saat menghadiri East Java Halal Industry Festival 2025. (Foto: Pemprov Jatim/jatimnow.com)

jatimnow.com - Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen kuat Jawa Timur untuk tampil sebagai pusat penggerak ekosistem industri halal Indonesia. Hal itu disampaikannya saat menghadiri East Java Halal Industry Festival 2025 yang digelar di Hotel Novotel Samator, Surabaya, Jumat (21/11/2025) lalu

Dalam forum bertema “Penguatan Industri Halal Menuju Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara” tersebut, Gubernur Khofifah menyoroti pentingnya konsolidasi antarpemangku kepentingan. Ia menilai, industri halal kini menjadi salah satu mesin utama perekonomian global yang memerlukan respons cepat, terarah, dan kolaboratif.

“Industri halal adalah peluang besar. Jawa Timur harus mampu menjadi motor penggerak ekosistem halal Indonesia dan mengambil peran lebih besar dalam pasar global,” ujarnya.

Di hadapan para pelaku industri dan IKM, Gubernur Khofifah memaparkan peluang kerja sama yang semakin terbuka luas. Salah satunya hasil koordinasi dengan Menteri Haji dan Umrah RI terkait peluang Jawa Timur menjadi pemasok makanan ready to eat bagi jemaah haji dan umrah di Arab Saudi.

Ia menjelaskan, kurasi produk makanan halal asal Jatim direncanakan berlangsung pada bulan Desember. Produk-produk yang lolos verifikasi akan berpeluang masuk ke pasar layanan konsumsi jemaah haji dan umrah.

“Ini peluang yang luar biasa. RPU dan RPH kita harus siap, karena pihak Saudi akan melakukan verifikasi. Saya berharap IKM Jatim bisa mengambil bagian dalam rantai penyediaan makanan haji dan umrah,” tuturnya.

Selain untuk kebutuhan ibadah haji, Khofifah menambahkan bahwa permintaan produk halal juga meningkat menjelang Ramadan, baik untuk pasar domestik maupun internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah mengingatkan pentingnya memperkuat daya saing industri halal Jatim. Ia menyinggung roadmap industri halal Indonesia, di mana Indonesia telah menempati posisi pertama dunia pada sektor modest fashion, meski masih harus mengejar negara lain seperti Malaysia di sektor farmasi dan kosmetik halal.

Baca juga:
Disnaker Kediri Sosialisasi UMK Baru, Perusahaan Wajib Terapkan Mulai 1 Januari

“Jangan mau dibalap negara lain. Kalau perlu, kita yang balap negara lain. Indonesia punya potensi besar, dan Jawa Timur harus mengambil posisi strategis dalam peta industri halal global,” tegasnya.

Khofifah juga mencontohkan Thailand dan Korea Selatan sebagai negara nonmuslim yang agresif mengembangkan industri halal. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa produk halal merupakan isu ekonomi global, bukan persoalan agama mayoritas.

Pada kesempatan itu, Gubernur Khofifah memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dan pelaku industri yang dinilai berprestasi dalam penguatan ekosistem halal. Kota Madiun, Kabupaten Sampang, dan Kota Malang menerima apresiasi sebagai daerah dengan implementasi program halal terbaik.

Tak hanya itu, Khofifah juga melepas ekspor tiga komoditas halal asal Jawa Timur yang ditandai dengan prosesi pemecahan kendi. Tiga truk produk halal diberangkatkan ke berbagai negara tujuan, antara lain: 39 ton pola snack senilai Rp3,3 miliar tujuan Singapura, 25 ton tapioca fiber senilai Rp1,056 miliar tujuan Amerika Serikat, dan 21,6 ton butter cookies 400 gram senilai Rp1,327 miliar tujuan Korea Selatan

Baca juga:
Daftar Lengkap UMK 38 Daerah di Jatim 2026, Surabaya Capai Rp5,2 Juta

Pelepasan ekspor ini menjadi bukti konkret bahwa Jawa Timur semakin diakui sebagai pemain penting dalam industri halal internasional.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Iwan, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Halal Industry Festival merupakan langkah strategis memperkuat posisi Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara. Ia menegaskan bahwa Jatim memiliki infrastruktur halal yang makin solid.

“Jawa Timur didukung oleh 12 Lembaga Pemeriksa Halal, 81 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal, serta 17.775 pendamping PPH yang siap membantu IKM memperoleh sertifikasi halal,” jelasnya.

Dengan ekosistem yang semakin kuat serta dukungan dari berbagai pihak, Jawa Timur optimistis mampu mempercepat tumbuhnya industri halal yang berdaya saing, berorientasi ekspor, dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.