Pixel Code jatimnow.com

Dinas Sosial Jember akan Tertibkan Warga Pemberi Uang ke PMKS

Editor : Yanuar D   Reporter : Sugianto
Petugas Satpol PP razia PMKS (Foto: Kasatpol PP/jatimnow.com)
Petugas Satpol PP razia PMKS (Foto: Kasatpol PP/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Sosial Jember akan menertibkan warga yang memberi uang ke Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di jalan. 

Dinas Sosial Jember sejauh ini terus menujukkan komitmennya mengatasi permasalahan PMKS dengan terus melakukan penertiban di beberapa tempat. 

Kepala Dinas Sosial Akhmad Helmi Luqman mengatakan, kali ini ada 23 PMKS yang berhasil diamankan. Setelah dilakukan di sidang dilakukan pembinaan, mereka akan dicek data penerima bantuan dan bila belum akan diurus. 

Termasuk bila belum memiliki Adminduk, maka akan berkoordinasi dengan Dispendukcapil agar segera mendapatkan. Selanjutnya, mereka akan diserahkan ke RT/RW asal tempat tinggalnya. 

"Sedangkan bagi yang dari luar, kami akan koordinasi dengan Dinas Sosial setempat, agar diberikan pembinaan," terang Helmi. 

Baca juga:
Dirut Perumdam Tirta Pandhalungan Berganti, Pj Sekda Dorong Lompatan Kinerja

Tidak berhenti disitu, Dinas Sosial juga akan menertibkan warga yang beralasan kasihan memberikan uang maupun barang kepada para PMKS.

Kadinsos menegaskan, masyarakat yang memberikan uang maupun barang kepada PMKS yang beroperasi di lampu merah, merupakan bentuk pelanggaran dan dapat dikenai sanksi. 

Namun demikian, Helmi tidak menjelaskan sanksi yang akan diterapkan terhadap pemberi.

Baca juga:
PKB Jember Apresiasi Cetak Adminduk di Kecamatan: Awasi Bila Ada Pungli

“Kami akan terus berupaya membangun kesadaran, bukan hanya kesadaran dari diri PMKS, tetapi juga masyarakat," tegasnya. 

"Kami mengimbau masyarakat tidak memberikan uang maupun barang, karena tindakan tersebut merupakan pelanggaran. Kami juga akan melakukan penertiban bagi para pemberi,” pungkasnya.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam