Pixel Code jatimnow.com

Ketika Novita Hardini Main Lato-lato Bareng Bocah-bocah Trenggalek

Editor : Zaki Zubaidi   Reporter : Bramanta Pamungkas
Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardini saat mencoba permainan lato-lato. (Foto: Prokopim Trenggalek)
Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardini saat mencoba permainan lato-lato. (Foto: Prokopim Trenggalek)

jatimnnow.com - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini Mochamad mencoba keseruan permainan lato-lato. Penggiat perempuan, anak, disabilitas dan kelompok rentan ini mengadiri acara Lato-lato challenge yang digelar di Pasar Pon Trenggalek.

Menurut perempuan yang juga Bunda PAUD Trenggalek ini, permainan lato-lato tersebut berdamapak positif pada anak. Permainan yang mengasah ketangkasan anak ini dapat mengurangi kecanduan terhadap gadget, yang selama ini meresahkan orang tua.

"Ngetren-nya lato-lato saat ini  berdampak positif pada anak-anak. Tidak bisa kita pungkiri permainan ketangkasan ini, mengurangi kecanduan anak dengan permainan gawai," ujarnya, Jumat (13/1/2023).

Bagi Novita, permainan ini tidak semudah yang dilihat dan dibayangkan. Dibutuhkan fokus dan konsentrasi untuk memainkan lato-lato ini.

Baca juga:
200 Warga Trenggalek Terima Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo

Meskipun terlihat gampang dan simpel, permainan ini juga memerlukan trik khusus.

"Lato-lato itu ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Karena melatih fokus, keseimbangan dan ini bagus melatih gerak motorik pada anak. Apalagi anak-anak dalam masa pertumbuhan," tuturnya.

Baca juga:
Ratusan CJH Trenggalek Belum Lolos Istitha'ah

Novita berharap permainan lato-lato ini juga dapat meningkatkan kreativitas pada anak. Hal ini sangat diperlukan karena anak masih dalam tahap pertumbuhan, yang membutuhkan permainan motorik seperti lato-lato.

"Prestasi itu tidak hanya yang ada di bangku sekolah saja, tetapi kreativitas diluar bangku sekolah itu bisa menjadi peluang bagi masa depan mereka," pungkasnya.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam