Pixel Codejatimnow.com

Harga Rajungan Anjlok, Nelayan Lamongan Kelimpungan

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Aktivitas para nelayan dan pemborong rajungan di TPI Brondong. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Aktivitas para nelayan dan pemborong rajungan di TPI Brondong. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Nelayan di Kabupaten Lamongan mengeluhkan harga komoditi rajungan yang anjlok. Mereka merasakan kondisi ini selama kurang lebih 2 minggu terakhir.

Kholidin, salah satu nelayan terdampak menyampaikan anjloknya harga bisa lebih dari 50 persen. Dulu harga normal rajungan kupas bisa di angka Rp500 ribu per kilogram dan kini hanya Rp170 ribu.

"Harganya anjlok. Harga rajungan kupas saat ini hanya Rp170 ribu. Sedangkan yang mentah dan masih ada cangkangnya Rp50 ribu sampai Rp60 ribu," ujarnya, Sabtu (21/5/2022).

Nelayan lain, Rokhim mengaku bingung dan merasa kelimpungan dengan kondisi harga rajungan hasil tangkapannya yang kini anjlok.

"Bingung, Mas. Kondisi ini sangat mencekik nelayan, dua minggu ini juga bingung kenapa bisa turun drastis," ujar Rokhim.

Baca juga:
Truk Rusak Parah usai Tabrak Bokong Tronton di Lamongan, Nasib Sopir?

Terpisah, Ketua HNTI (Himpunan Nelayan Tradisional Indonesia) Kabupaten Lamongan, Muchlisin Amar mengungkapkan, pemicu melonjaknya harga ini berawal dari beberapa indikasi.

"Permintaan daging rajungan dari beberapa negara masih rendah. Sehingga para importir dari negara itu kemungkinan masih menghentikan pasokan rajungan untuk sementara waktu," imbuhnya.

Baca juga:
Bocah 9 Tahun Asal Lamongan Tewas Tenggelam di Telaga

Muchlisin kemudian berharap agar pengiriman ke luar negara kembali lancar, karena selama ini pasokan terbanyak memang permintaan dari pabrik maupun luar negeri.

"Harapannya, semoga situasi dan kondisi seperti ini segera berakhir dan pulih kembali seperti masa-masa sebelumnya. Bahkan lebih baik, agar para nelayan tidak kelimpungan dan nasibnya bisa lebih sejahtera," harapnya.