jatimnow alexametrics

Cerita Polisi di Ponorogo, Berawal dari Hobi Kini Sukses Ternak Ikan Louhan

Editor : Sandhi Nurhartanto Reporter : Mita Kusuma
Iptu Agus Syaiful Bahri memelihara ikan Louhan di rumahnya (Foto: Mita/jatimnow.com)
Iptu Agus Syaiful Bahri memelihara ikan Louhan di rumahnya (Foto: Mita/jatimnow.com)

Ponorogo - Berawal dari hobi, kini KBO Lantas Polres Ponorogo, Iptu Agus Syaiful Bahri sukses dengan memelihara ikan Louhan di rumahnya di Kelurahan Keniten, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo.

Ia memelihara ratusan ikan yang memiliki warna sisik yang hidup serta benjolan di kepala itu pada puluhan akuarium.

"Saya memelihara ya karena hobi saja. Dari dulu memang suka ikan Louhan. Sekarang jaman ikan Koi, saya tetap memelihara ikan Louhan," ujarnya, Kamis (11/11/2021).

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Ia menyebutkan dirinya memelihara ratusan ikan Louhan sejak Tahun 2002 yang saat itu sedang berdinas di Kota Mojokerto.

"Kalau dulu ikan Louhan yang ditonjolkan atau hits adalah bertuliskan Arab. Ya ada itu saya pelihara," jelasnya.

Seiring dengan pindah tugas ke kota lain, hobi tersebut sempat terhenti. Ia kembali memulai di Tahun 2020.

"Kalau sekarang untuk menghilangkan kejenuhan. Apalagi saat Pandemi Covid 19 itu tidak bisa kemana-mana," lanjut dia.

Agar anak dan istrinya nyaman dan betah di rumah, dia kembali memelihara ikan Louhan agar ada kegiatan. Menurutnya dengan memelihara ikan dapat meningkatkan imun dan konsentrasi.

Dari ratusan ikan Louhan yang dipelihara, kini hobi itu menghasilkan. Banyak yang menawar ikan Louhan yang dipeliharanya.

"Saya layani dengan syarat harus benar-benar bisa merawat. Kalau berbicara omset, ya adalah. Yang jelas menghasilkan," kata dia sambil tidak mau menyebutkan nominalnya.

Untuk harga, satu ekor ikan Louhan dijual Rp 300 ribu, Rp 350 ribu, Rp 500 ribu. Bahkan dirinya pernah menjual Rp 3 juta sampai Rp 5 juta per satu ekor.

"Padahal bakalan-nya hanya Rp 100 ribu. Yang saya jual hingga jutaan itu ikan Louhan yang unik atau sekarang lagi hitsnya bercorak batik," pungkasnya.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/new-resto-pelabuhan-portrait.gif