jatimnow alexametrics

Penyelundupan Sabu Dalam Termos dari Malaysia ke Madura Digagalkan di Surabaya

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Farizal Tito
Dua kurir (kanan, berdiri) yang membawa sabu dari Malaysia dengan tujuan Madura diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya
Dua kurir (kanan, berdiri) yang membawa sabu dari Malaysia dengan tujuan Madura diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya

jatimnow.com - Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya bekerjasama dengan Bea Cukai menggagalkan penyelundupan sabu seberat 963 gram dari Malaysia ke Madura.

Sabu tersebut dikemas di dalam dua termos itu diangkut melalui jasa ekspedisi di kawasan Kalianak, Surabaya. Rencananya paket tersebut akan dikirim ke Sampang, Madura.

Dalam pengungkapan kasus tersebut dua orang kurir yang terlibat ditangkap. Keduanya berinisial FK (25) dan MJ (20), mereka merupakan warga Sampang, Madura.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Keduanya diamankan pada Kamis (16/9/2021), setelah petugas melakukan control delivery terhadap pengiriman paket tersebut.

"Pengiriman barang melalui ekspedisi. Kita melakukan koordinasi dengan Bea Cukai. Alhamdulillah tersangkanya sudah kami amankan dua orang," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Anto Elfrino Trisanto, Senin (27/9/2021).

Anton menambahkan, terungkapnya kasus ini setelah pihaknya menerima laporan dari Bea Cukai Tanjung Perak terkait adanya pengiriman barang dari Malaysia melalui ekspedisi di kawasan Kalianak.

"Kami tindak lanjuti melakukan penyelidikan terus kita kita kembangkan kasusnya, berkoordinasi dengan pihak Bea Cukai dan ekspedisi. Dilakukan control delivery, kita amankan dua orang tersangka," ungkap Anton.

Menurut Anton, dari pengeledahan yang dilakukan oleh petugas di dalam paket tersebut, narkotika jenis sabu yang disembunyikan dalam dua termos ditemikan. Sabu itu memiliki berat sekitar 963 gram.

"Di dalamnya ada kain bekas, gula terus ada termos dua itu, di dalam ada sabu itu," jelas Alumni Akpol Tahun 2002 tersebut.

Dalam pemeriksaan kedua tersangka mengaku disuruh oleh seorang penerima barang terlarang itu. Kini orang tersebut masih dalam pengejaran. Kedua tersangka juga mengaku baru sekali ini melakukan.

"(Kedua tersangka) dari jaringan Sampang. Untuk mengambil dikasih upah Rp 10 juta. Dari pengakuan baru sekali," tandas Anton.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/new-resto-pelabuhan-portrait.gif