jatimnow alexametrics

Selain Resmikan Bendungan Bendo, Presiden Juga Kunjungi Ponpes di Ponorogo

Editor : Arina Pramudita Reporter : Arina Pramudita
Selain Resmikan Bendungan Bendo, Presiden Juga Kunjungi Ponpes di Ponorogo

jatimnow.com - Tidak hanya meresmikan Bendungan Bendo, Presiden Joko Widodo juga mengunjungi percepatan Vaksinasi Merdeka bersama rumah ibadah dan pondok pesantren di Ponpes Duri Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Selasa 97/9/2021).

Kegiatan tersebut diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia dengan total 341 titik tempat ibadah dan pondok pesantren.

Baca juga: Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Bendo di Ponorogo, Irigasi Petani Diutamakan

Presiden didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, juga menyapa langsung secara virtual pelaksanaan vaksinasi merdeka rumah ibadah dan ponpes di Jawa Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Terkait kegiatan itu, Kapolri mengungkapkan bahwa vaksinasi ini merupakan strategi yang dilakukan TNI-Polri terkait dengan akselerasi atau percepatan terciptanya kekebalan komunal.

"Vaksinasi Merdeka pada hari ini melibatkan rumah ibadah dan pondok pesantren dengan sasaran masyarakat umum, lansia, jemaat, santri, pengasuh pondok pesantren, dan pengurus rumah ibadah di 341 titik dengan total sasaran 346.688 orang," kata Jenderal Sigit di Ponorogo, Jawa Timur.

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/gempur-rokok-ilegal-portrait-1.jpg

Selain vaksinasi, bantuan sosial (bansos) dari Presiden Jokowi juga disalurkan kepada warga yang terdampak perekonomiannya akibat Pandemi Covid-19.

"Dalam kegiatan ini juga disalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak dan peserta program vaksinasi sejumlah 60.341 paket sembako dan 88 ton beras," jelas Kapolri.

Sigit menekankan, TNI, Polri bakal terus menggandeng seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan vaksinasi 100 persen di lingkungan masyarakat hingga dosis kedua.

Hal itu merupakan wujud implementasi dari langkah-langkah dan kebijakan extraordinary yang diambil oleh Pemerintah demi keselamatan masyarakat sebagaimana asas Salus Populi Suprema Lex Esto.

"Untuk menahan laju penyebaran Covid-19, Polri terus berupaya melakukan akselerasi vaksinasi nasional melalui berbagai macam strategi vaksinasi termasuk strategi vaksinasi dengan melibatkan komunitas-komunitas seperti yang kami lakukan saat ini," tutur eks Kabareskrim Polri tersebut.

Vaksinasi merdeka, imbuh Sigit, yang merangkul tokoh-tokoh agama dan santri diharapkan dapat menjadi 'Getok Tular' kepada keluarga, tetangga, teman-teman, dan komunitas di lingkungannya. Sehingga masyarakat tidak ragu-ragu dalam mengikuti program vaksinasi.

"Selain itu, pelaksanaan program vaksinasi di rumah ibadah juga bertujuan untuk revitalisasi rumah ibadah sebagai fungsi sosial. Rumah ibadah pada hakekatnya memiliki fungsi membimbing perilaku jamaahnya dalam tatanan kehidupan sosial termasuk dalam pencegahan penularan Covid-19," urainya.

Tingginya angka capaian vaksinasi merupakan modal dasar untuk hidup berdampingan dengan Covid-19, yaitu bagaimana perekonomian dapat tumbuh. Namun Covid-19 tidak kembali melonjak.

"Tentunya hal ini disertai dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Dengan demikian, tujuan Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045 dapat terwujud," tutup Sigit.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/player-manggis-potrait.jpg