jatimnow alexametrics

Geber Donor Plasma Konvalesen, Ini Target JCI East Java

Editor : Redaksi Reporter : Narendra Bakrie
Donor plasma konvalesen yang digelar JCI East Java
Donor plasma konvalesen yang digelar JCI East Java

jatimnow.com - Untuk mendorong ketersediaan stok plasma darah konvalesen yang kosong di PMI Kota Surabaya, Junior Chamber International (JCI) Chapter East Java menggelar donor konvalesen.

Donor konvalesen yang digelar di Gedung Srijaya, Surabaya pada Sabtu (3/6/2021) itu merupakan realisasi organisasi pengusaha muda tersebut untuk mengumpulkan darah konvalesen yang kosong stoknya di PMI. Sebab masih banyak pasien Covid-19 membutuhkan.

"Targetnya kita bisa menjangkau semua penyintas Covid-19 di Surabaya yang sudah berhasil memenangkan pertarungan melawan Covid-19, untuk mau menyumbangkan plasma konvalesen mereka. Supaya kita itu bisa memenuhi stok dari PMI Surabaya ini yang sedang krisis," kata Direktur Pelaksana Donor Plasma Konvalesen JCI East Java, Yohan Tanoko.

Yohan menerangkan, dari kegiatan yang dijadwalkan sepekan sekali itu, JCI East Java menargetkan 100 pendonor plasma konvalesen yang lolos screening PMI. Karena plasma mereka dapat membantu menyelamatkan sekitar 300 pasien yang sedang berjuang melawan Covid-19.

"Karena dari tiap pendonor darah plasma konvalesen itu bisa mengumpulkan setidaknya untuk dua atau tiga pasien Covid-19. Jadi kita targetnya bisa menyiapkan donor plasma konvalesen itu untuk 200 sampai 300 orang," terangnya.

Executive Vice President JCI East Java, Inggrid Chandranata memperoleh data bahwa saat ini stok plasma darah di PMI sudah kosong, sedangkan permintaan mengalami peningkatan.

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/gempur-rokok-ilegal-portrait-1.jpg

Berdasarkan data itu, dia bersama anggota menjalin kerjasama dengan beberapa pihak untuk memotivasi penyintas Covid-19 agar mendonorkan plasma darah. JCI juga memberikan uang Rp 250 Ribu sebagai penghargaan atas semangat kepahlawanan mereka membantu sesama.

"Pengen memotivasi dengan memberikan uang tunai juga kepada masyarakat, supaya mereka mau. Karena pada saat ini banyak yang nggak mau untuk mendonor. Itu kesusahannya adalah di pendonornya juga," ungkap Inggrid.

JCI East Java juga terus mensosialisasikan pentingnya donor plasma darah konvalesen untuk membantu penyembuhan pasien Covid-19 dan berkontribusi mengatasi pandemi. Termasuk memberikan edukasi bahwa donor plasma tidak menyebabkan turunnya antibodi.

"Jadi mereka kalau datang ke sini, mungkin mereka juga takut antibodi turun atau takut hal-hal lain. Kita juga mengantisipasi itu dan kita akan menggerakkan edukasi untuk plasma konvalesen," tambahnya.

Namun ketakutan itu tidak dirasakan Gracia Veronica, salah satu pendonor darah plasma. Katanya, sebagai penyintas Covid-19, dia prihatin dengan banyaknya berita kematian. Sehingga dirinya merasa terpanggil untuk membantu pasien Covid-19.

"Saya juga nggak mau kalau tiap hari sekarang cuma dengar orang meninggal, kayak sedih gitu. Kalau bisa darah saya dipakai menolong orang kenapa nggak. Terus waktu saya kena Covid-19 itu, nggak enak rasanya, emang benar-benar di saat itu saya mikir. Sudah jangan anggap enteng. Kita harus aware kalau Covid-19 itu ada dan membahayakan kita semua," tutur Gracia.

Di hari pertama donor plasma konvalesen, JCI East Java hanya mendapatkan 2 pendonor dari 8 orang. Sehingga diharapkan kegiatan sosial tanpa batas ini bisa diikuti lebih banyak penyintas Covid-19, untuk membantu pasien yang sedang berjuang agar sembuh.

 

 

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/new-resto-pelabuhan-portrait.gif