Rel Trem Peninggalan Belanda Ditemukan di Kota Malang

jatimnow.com - Pekerja proyek pembangunan Kayu Tangan Heritage, Jalan Basuki Rahmat, Kota Malang menemukan rel trem diduga peninggalan zaman Kolonial Belanda.

Temuan itu didapat setelah alat berat yang dikendalikan pekerja menyikap aspal jalan. Aspal itu nantinya akan diganti dengan paving. Diperkirakan rel ini sangat panjang dan jadi salah satu akses penghubung.

Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang, Agung H Buana menduga rel itu bekas Malang Stoomtram Mij (MS) pada Tahun 1895 silam. Atas temuan itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

"Kita mau bahas dulu dengan KAI. Tunggu ya, nanti kita sampaikan hasilnya," jelas Agung, Rabu (11/11/2020).

Agung menerangkan bahwa MS adalah salah satu perusahaan kereta api yang dahulu mengoperasikan jalur kereta api di wilayah Malang Raya. Fokus perusahaan ini pengangkutan penumpang dan komoditas berupa gula dan hasil bumi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan dari daerah pegunungan.

"Saat ini lahan eks-MS sudah nonaktif termasuk dalam wilayah aset VIII Surabaya. Dahulu jalur ini dibangun untuk menjawab peluang prospek bisnis trem uap ringan yang lebih mudah menjangkau rakyat pedesaan yang mengincar daerah-daerah subur di wilayah Malang Raya," paparnya.

Agung memaparkan, rakyat pribumi kala itu dapat menjual dagangannya ke kota tanpa membutuhkan waktu yang lama. Dahulu dalam operasionalnya, jalur MS dibagi menjadi dua jenis, yaitu jalur trem rute Malang Kotalama-Jagalan-Alun-alun Malang-Kayutangan-Celaket-Lowokwaru-Blimbing.

Kemudian dari Blimbing bercabang dua, satu menuju Singosari, satunya lagi menuju Tumpang. Kedua jalur kereta api itu adalah Kepanjen-Gondanglegi dan Malang Kotalama-Dampit.

Operasional angkutan barang didominasi oleh tebu dan gula dari Pabrik Gula Kebonagung dan Pabrik Gula Krebet. Untuk menunjang operasional dibangun stasiun antarmoda dengan kereta api rel berat milik Staatsspoorwegen. Ada empat stasiun antarmoda yang dibangun MS, yaitu Stasiun Malang Kotalama, Blimbing, Singosari MS dan Kepanjen MS.

"Stasiun Malang Jagalan ditetapkan sebagai stasiun utama untuk MS," jelas dia.

Perlu diketahui, proyek pembangunan dengan anggaran Rp 23 miliar ini bertujuan untuk mempercantik kawasan wisata cagar budaya yang ada di Kota Malang.

Meski diprotes oleh warga karena berdampak pada kemacetan parah di beberapa ruas jalan, tampaknya Pemkot Malang kekeh merealisasikan pembangunan yang ditargetkan selesai akhir tahun tersebut.

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top