MWC NU se Surabaya Tolak Usulan Pembekuan Pengurus PCNU

jatimnow.com - Forum yang mengatasnamakan dirinya Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) se Surabaya Bersatu menolak desakan pembekuan kepengurusan PCNU Kota Surabaya periode 2020-2015.

Reaksi berbagai kalangan dari NU memang bermunculan setelah video nonton bareng (nobar) dan histeria pengumuman rekomendasi PDI Perjuangan untuk Pilwali Surabaya 2020 di Kantor PCNU Kota Surabaya viral.

Ketua MWC NU Wonokromo Muhammad Unsi Fauzi menegaskan bahwa pihak yang mengatasnamakan MWC NU se-Surabaya itu adalah tidak benar. Menurutnya, dalam pertemuan Senin (7/9/2020) malam itu hanya hanya dihadiri MWC NU Sukomanunggal.

Fauzi menilai bahw orang-orang di luar struktur NU yang mengaggap nobar sebagai gerakan politik itu hanya bertujuan untuk mendelegitimasi PCNU dan MWC NU se Surabaya.

"Hanya satu MWCNU dari Sukomanunggal, selebihnya adalah orang-orang di luar struktural NU," ungkap Fauzi dalam pertemuan seluruh MWC NU se Surabaya di Kantor PCNU Kota Surabaya Jalan Bubutan, Selasa (8/9/2020) malam.

Baca juga:  

Fauzi menilai jika gerakan tersebut bermuatan politis terkait Pilwali Surabaya 2020 dan jelang suksesi NU.

"Kami menganggap itu adalah gerakan politik yang ingin mendelegitimasi PCNU sekaligus MWC NU yang ada di Kota Surabaya," tegasnya

Forum MWC NU se-Surabaya Bersatu turut mengecam penodaan simbol-simbol jamiiyah saat aksi demo dengan memasang spanduk berisi hujatan dan kata-kata kotor serta melecehkan pimpinan NU, ketua maupun rais dalam pertemuan-pertemuan tersebut.

Fauzi mengaku akan tetap solid dan satu barisan di bawah kepemimpinan KH Sulaiman Nur dan H Ahmad Muhibbin Zuhri serta menolak segala upaya yang tidak sesuai dengan nidzom jamiiyah.

"Kami mendorong PCNU untuk memanggil terutama yang bersangkutan Ketua MWC NU Sukomanunggal terhadap gerakan ini karena itu sudah merusak marwah NU," ungkapnya.

Selain itu, ia juga membantah isu tentang penyalahgunaan Kantor PCNU Kota Surabaya sebagai basecamp pemenangan buntut dari video yang beredar saat pengumuman rekomendasi PDI Perjuangan beberapa waktu lalu.

"Padahal yang sebenarnya adalah penyerahan Masjid Baiturrozaq dari PT CitraLand kepada PCNU Kota Surabaya," jelasnya.

Menurut Fauzi, kehadiran Forum MWC NU se Surabaya Bersatu merupakan murni gerakan dari bawah karena merasa satu tujuan atas tindak pelecehan kepada PCNU.

"Kami tidak terima itu apalagi ada spanduk-spanduk yang kata-katanya sangat kotor. Ini pelecehan terhadap ketua dan tentu jamiiyah," tegas Fauzi.

Sementara Muhaimin Ali dari MWC NU Lakarsantri membenarkan acara di Kantor PCNU Surabaya sebenarnya penyerahan Masjid Baiturrozak PT Citraland kepada PCNU Surabaya. Kebetulan selesai acara ada pengumuman rekomendasi PDIP untuk Pilwali Surabaya 2020.

"Euforia itu dianggap nobar, itu tidak ada planing, yang ada penyerahan masjid baiturrozak. Sebenarnya hari Senin, tapi karena PT Citraland nggak bisa akhirnya ditunda Rabu," ucap formatur masjid Baiturrozak Citraland ini.

"Secara organisasi tidak ada dukung mendukung terhadap salah satu calon. Tidak ada dukungan, marwah NU tidak boleh diciderai, kalau salah faham, harus tabayyun atau klarifikasi," tambahnya.

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top