Pixel Code jatimnow.com

Kepergok Mencuri di Minimarket, Kakek ini Nyaris Dimassa

Editor : Sandhi Nurhartanto   Reporter : Zain Ahmad
Pelaku yang diamankan Polsek Swahan
Pelaku yang diamankan Polsek Swahan

jatimnow.com - Seorang kakek nyaris dimassa setelah kepergok mencuri sejumlah barang di sebuah minimarket yang berada di Jalan Petemon Timur, Sawahan, Surabaya.

Pelaku bernama Yusuf Mutiara (61), asal Banjarmasin yang indekos di Jalan Ronggowarsito, Wonokromo, Surabaya.

Kanitreskrim Polsek Sawahan, Iptu Ristitanto mengatakan pelaku beraksi seorang diri. Ia awalnya berpura-pura membeli minuman.

Namun, setelah ada cela dan dirasa aman pelaku kemudian mengambil beberapa barang dan dimasukkan ke jaketnya.

Aksi pelaku kepergok salah satu pegawai minimarket. Karena takut, ia lantas kabur. Pegawai minimarket kemudian berteriak maling, hingga mengundang perhatian warga. Pelaku kemudian dikepung dan langsung diamankan.

Saat hendak dimassa, anggota Polsek Sawahan yang sedang mobile atau patroli mengetahui kejadian tersebut. Warga dibubarkan dan pelaku dievakuasi.

Baca juga:
Polres Trenggalek Selidiki Aksi Pencurian di Sejumlah Minimarket

"Ketika anggota datang, warga sudah banyak sekali. Di situ langsung dibubarkan, karena mau main hakim sendiri. Pelaku kemudian kita amankan dan kita bawa ke kantor bersama barang bukti," kata Iptu Ristitanto, Jumat (29/5/2020).

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku jika butuh uang untuk makan. Karena sudah lama menganggur. Selain itu juga butuh uang buat bayar kos.

"Rencananya barang yang dicurinya itu akan dijual, lalu uangnya buat makan," kata Risti menirukan tersangka.

Baca juga:
Mahasiswa asal Lamongan Bobol Minimarket di Gresik

Dari penangkapan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, diantaranya satu buah semir, satu minuman energi, dua bungkus permen dan satu bungkus kopi.

 

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam