Ketua DPRD Bali Bawa 400 Pohon Bambu saat Kunjungi PLTSa di Surabaya

jatimnow.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kecamatan Gubeng, Kamis (27/2/2021). Mereka juga menanam pohon bambu di Taman Harmoni, Keputih, Surabaya.

Dalam kunjungan itu, mereka saling berdiskusi untuk kerjasama potensi dan kolaborasi yang ada di Bali maupun di Surabaya, hingga cara penanganan permasalahan sampah.

Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama mengaku takjub dengan perkembangan dan kebersihan Kota Surabaya. Selain itu ia juga mengapresiasi kepemimpinan Wali Kota Risma. Menurutnya, daerah lain perlu belajar dari Kota Pahlawan, khususnya soal penataan ruang terbuka hijau.

"Saat ini permasalahan besar di Bali yakni soal sampah. Sampah-sampah yang ada hanya ditumpuk di TPA tanpa ada daur ulang apalagi diolah menjadi listrik seperti di Surabaya," ujar Nyoman Adi.

Ia mengaku, meski agak terlambat soal pengelolaan sampah, tetapi pihaknya tetap semangat untuk mewujudkan berdirinya PLTSa di Bali. Hal itu secepatnya akan direncanakan.

"Kami akui memang agak terlambat soal pengelolaan sampah ini. Makanya kami belajar ke Surabaya untuk pengelolaan sampah yang menurut kami sangat baik. Soal sampah, kami tidak berfikiran sampai diolah jadi listrik. Tidak ada listriknya ga masalah yang penting urusan sampah selesai," ungkapnya.

Dalam lawatan tersebut, DPRD Bali membawa 400 bibit bambu khas Bali dan ditanam di beberapa wilayah Surabaya, untuk menambah hutan bambu di Kota Pahlawan, sesuai mandat Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri untuk saling membantu penghijauan di seluruh Indonesia.

"Kami dapat perintah dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Bu Mega untuk melakukan penghijauan dengan menanam diseluruh Indonesia. Saya melihat Surabaya sangat gencar membuat taman. Kami ada 18 spesies bambu khas Bali. Kita bawa ke Surabaya 400 bibit. Sebelumnya juga sudah kami bawa 400 bibit," papar mantan Bupati Tabanan Bali ini.

Beberapa jenis bambu khas Bali yang dibawa ke Surabaya itu di antaranya bambu buloh yang biasanya dibuat alat musik seruling, bambu tamlang, bambu kuning ori, bambu hitam lepung, bambu hitam Bali, bambu tali, bambu santong dan bambu jajang.

Sementara itu, Wali Kota Risma mengaku siap menghibahkan sistem pengelolaan sampah di Surabaya agar bisa diterapkan di Bali.

"Bali sungguh indah. Tapi karena jutaan wisatawan datang dan kesadaran soal sampah belum benar-benar tertanam di orang-orang itu, akhirnya sampah jadi masalah. Gubernur Bali Pak Wayan Koster sudah sangat luar biasa dalam menangani sampah, termasuk melarang penggunaan plastik," ujar Wali Kota Risma.

Ke depan, pengelolaan sampah yang sudah mulai diperhatikan serius di Bali perlu ditingkatkan kualitasnya, termasuk dengan mengonversi limbah menjadi berbagai barang yang berguna.

"Pengelolaan sampah harus jadi kompos. Soal besar atau kecil tidak masalah. Dari pupuk kompos ini kita gunakan untuk memupuk taman. Kalau tidak pakai pupuk kompos, biaya mahal," tambahnya.

Dari sampah ini pula, lanjut Wali Kota Risma, juga bisa dijadikan listrik. Contohnya PLTSa Bratang yang sukses bisa mengaliri listrik Taman Flora Kebun Bibit, Bratang, Surabaya. Apalagi pembangunan PLTSa Bratang ini tidak membutuhkan anggaran banyak, karena tidak sampai Rp 200 juta.

"PLTSa ini menggunakan sistem gasifikasi atau dengan sistem pemanasan. Jadi kita gunakan plastik yang tidak bisa dijual seperti plastik bungkus permen, plastik mie instan dan lain sebagainya. Dari segi anggaran sangat efisien, karena cukup murah," ungkapnya.

Sementara terkait bantuan pohon bambu dari Ketua DPRD Bali ini, Wali Kota Risma meminta jangan dilihat dari bambunya. Sebab bambu memiliki banyak manfaat seperti bisa menyimpan air. Sehingga nanti di daerah sekitar pohon bambu akan muncul sumber-sumber mata air baru. Selain itu juga bisa menanggulangi banjir dan memperbaiki oksigen di Surabaya.

"Saya ucapkan terima kasih sekali atas bantuan ini, karena akan menambah keanekaragaman hayati di Surabaya. Setiap binatang mempunyai kesenangan yang berbeda-beda. Dengan adanya pohon bambu ini akan datang fauna-fauna di Surabaya," tutur Wali Kota Risma.

Dalam lawatan Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama ke Surabaya itu juga didampingi Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono dan Komisaris PT SIER Didik Prasetyono.

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top