Tahun 2019, BB Narkoba yang Diungkap Polres Mojokerto Naik 500 Persen

jatimnow.com - Kasus kriminal di Kabupaten Mojokerto mengalami penurunan 3 persen tahun ini dibanding Tahun 2018.

Ini terungkap saat Polres Mojokerto membeberkan hasil pengungkapan kasus sepanjang Tahun 2019.

Pada Tahun 2018 terdapat 376 perkara sedangkan di Tahun 2019 ada 364 kasus perkara yang ditangani Satreskrim Polres Mojokerto.

Jumlah penyelesaian perkara 280 selesai di Tahun 2018 dan Tahun 2019 ada 271 perkara yang berhasil diselesaikan.

"Tunggakan kasus 93 kasus. Belum terselesaikannya kasus itu karena pada tahun 2019 akibat adanya pesta demokrasi pertengahan tahun kemarin. Jadi kami fokus ke harkamtibmas. Trend kejahatan di kasus persetubuhan kepada anak yang ditangani Unit PPA dan menjadi atensi kami," kata Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno saat konferensi pers di ruang rupatama, Senin (30/12/2019).

Mantan Kapolres Pacitan ini menambahkan, Polres Mojokerto juga berhasil menurunkan kasus penyalahgunaan narkoba pada tahun 2019. Tahun 2018 terdapat 131 kasus dan Tahun 2019 ada 129 kasus.

"Jumlah tersangka menurun. Namun kami prihatin karena jumlah barang bukti yang kami amankan naik sebesar 500 persen daripada tahun 2018 lalu," terang Setyo.

Dari data yang ada, BB sabu tahun 2018 seberat 128,48 gram, tahun 2019 seberat 533,86 gram. Untuk barang bukti pil doubel L,

Tahun 2018 hanya 3.215 butir sedangkan Tahun 2019 naik menjadi 564.681 butir. Barang bukti ineks di Tahun 2019 ada 9 butir.

"Secara kuantitas menurun, namun secara kualitas barang bukti yang diamankan naik. Ini menjadi keprihatinan kita karena jumlah barang bukti yang diamankan meningkat. Untuk tersangka menurun, ini menjadi pembelajaran, koreksi dan antisipasi. Tolong disampaikan ke kalangan birokrat, pemerintah kabupaten untuk ada keseriusan juga dalam upaya pencegahan penanggulangan narkotika ini," tegasnya.

Sedangkan, kejadian laka lantas di wilayah Polres Mojokerto tahun 2019 meningkat ditimbang tahun 2018 kemarin.

"Kuantitas naik, Tahun 2018 ada 897 kejadian dan menjadi 916 kejadian di Tahun 2019, naiknya 6 persen. Kami sangat prihatin karena kesadaran dalam berlalu lintas masih kurang, namun tida bisa serta merta menyalahkan pengendara. Karena di Kabupaten Mojokerto ini sarana prasarana berlalu lintas sangat minim, jalan berlubang dan bergelombang jadi salah satu penyebab. Banyak persimpangan jalan dan butuh traffic light, kurangnya rambu-rambu lalulintas. Jumlah korban meninggal dunia menurun dari 153 menjadi 152 dan jumlah penindakan tilang juga menurun dari 31221 jadi 28618," pungkasnya.

 

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top