Pixel Code jatimnow.com

Ini Barang yang Ditemukan Petugas saat Tes Urine di Lapas Blitar

Editor : Sandhi Nurhartanto   Reporter : CF Glorian
Petugas tunjukkan barang yang disita dari penghuni Lapas Kelas II Blitar
Petugas tunjukkan barang yang disita dari penghuni Lapas Kelas II Blitar

jatimnow.com - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Blitar menggelar tes urine pada penghuni Lapas Kelas II Blitar, Senin (16/12/2019).

Kegiatan ini, petugas tidak menemukan warga binaan yang positif narkoba maupun barang haram yang disimpan. Petugas justru menemukan kartu remi dan berbagai benda asing yang disimpan oleh warga binaan.

Selain kartu remi, petugas gabungan menemukan gunting seperti korek api, balok kayu, gunting, sendok, kawat, jepit jenggot, pemotong kuku, batu dan kaca yang disimpan warga binaan.

"Fokus kami sesuai arahan pusat atau Kementerian Hukum dan HAM adalah peredaran narkoba, senjata tajam maupun benda lain yang meresahkan warga binaan," kata Kepala Lapas Kelas II B Blitar, Pujiono Hariadi.

Baca juga:
BNNP Jatim Razia 9 RHU Surabaya, 28 Pengunjung Positif Narkoba

Razia dan test urine tersebut dilakukan gabungan antara BNNK Blitar, Lapas Kelas II B Blitar dan Polres Blitar Kota. Tes urine dan penggeledahan itu terfokus pada warga binaan blok narkoba.

Ada 30 puluh warga binaan yang digeledah dari 160 penghuni blok narkoba. Satu persatu para penghuni menjalani tes urin.

Baca juga:
Hasil Tes Urine Positif Sabu, Sopir Bus di Terminal Patria Blitar Kabur

Petugas juga melakukan penggledahan di blok tersebut. Sedangkan total warga binaan di Lapas Kelas II B Blitar mencapai 536 orang.

"Kami lakukan test urine dan razia ini rutin setiap seminggu sekali. Kali ini kami lakukan untuk mencegah pereadan gelap narkoba menjelang Natal dan Tahun Baru," ujar Kepala Keamanan Lapas Kelas II B Blitar, Bambang Setiawan.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam