Ingin Kecilkan Lingkar Perut, Coba Cara ini

jatimnow.com - Jangan sepelekan jika anda atau orang terdekat memiliki lingkar perut yang besar. Bagi penduduk Indonesia, lingkar perut laki-laki lebih dari 90 sentimeter dan perempuan lebih dari 80 sentimeter cenderung berisiko mengidap sindrom metabolik.

"Orang dengan lingkar perut besar pasti status gizinya lebih berisiko. Kelebihan berat badan ini bisa dikurangi dengan pengaturan pola makan dan melakukan latihan fisik," kata pakar gizi Rita Ramayulis pada acara 'Soyjoy Nutritionist Gathering 2019'.

Rita menjelaskan, sindrom metabolik adalah kumpulan berbagai gejala perubahan reaksi kimia dalam tubuh yang meningkatkan risiko serangan jantung dan penyakit kardiovaskuler. Kondisi itu merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Besarnya lingkar perut adalah satu dari empat gejala tersebut. Faktor risiko lain yaitu peningkatan kadar glukosa darah, peningkatan tekanan darah, serta perubahan profil dari lipid darah (kolesterol, LDL, dan trigliserida).

Selain makan dengan nutrisi seimbang, Rita menyarankan peningkatan aktivitas fisik rutin setiap hari. Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA) itu menjelaskan, aktivitas fisik dilakukan dengan meningkatkan denyut jantung.

Contohnya, berjalan kaki dengan langkah yang lebih cepat dari biasanya (tidak termasuk jalan santai), senam bersama, atau peregangan. Apabila tidak sanggup melakukan aktivitas fisik, Rita menyarankan pindah ke latihan fisik.

"Bedanya, gerakan pada latihan fisik ada strukturnya, ada frekuensinya, ada durasi, dan tempo. Lakukan minimal tiga sampai empat kali sepekan supaya status gizi normal. Kalau mau bagus, lakukan keduanya, aktivitas dan latihan fisik," ujarnya.

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

 

Loading...

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top