jatimnow alexametrics

Tinjau Wilayah Terdampak Hujan Angin di Bojonegoro, Ini Kata Khofifah

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Jajeli Rois
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Bojonegoro Anna Muawanah meninjau wilayah terdampak hujan angin
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Bojonegoro Anna Muawanah meninjau wilayah terdampak hujan angin

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau beberapa lokasi yang terdampak puting beliung di Bojonegoro. Selain memberikan bantuan, ia juga mengapresiasi langkah cepat Pemkab Bojonegoro menangani bencana alam tersebut.

Gubernur Khofifah menyatakan bahwa Pemprov Jawa Timur siap memberikan bantuan bagi warga terdampak puting beliung yang melanda Bojonegoro yang terjadi mulai Sabtu (9/11/2019) dan Senin (11/11/2019).

"Pemprov Jatim siap membantu untuk mempercepat pemulihan," kata Gubernur Khofifah saat meninjau kawasan terdampak puting beliung di Desa Prambatan, Kecamatan Balen, Selasa (12/11/2019) sore.

Gubernur Khofifah didampingi Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto, Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, Kadinkes Jatim, Kepala PU Cipta Karya Jatim, Kepala BPBD Jatim, Kepala Biro Umum dan Kepala Bakorwil Bojonegoro.

Baca juga:  Hujan Es Disertai Angin Kencang Terjang Bojonegoro, Pohon Bertumbangan

Gubernur Khofifah menjelaskan, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, puting beliung yang terjadi Sabtu (9/11/2019), mengakibatkan 1.377 rumah rusak dengan kategori yang berbeda. Untuk rumah rusak berat berjumlah 32 unit, rusak sedang 181 unit dan rusak ringan mencapai 1.164 unit. Sedangkan kerusakan infrastruktur lain, BPBD juga mengidentifikasi 7 unit fasilitas sosial dan pendidikan mengalami kerusakan.

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/gempur-rokok-ilegal-portrait-1.jpg

Gubernur Khofifah memberikan bantuan kepada warga terdampak hujan angin di BojonegoroGubernur Khofifah memberikan bantuan kepada warga terdampak hujan angin di Bojonegoro

Kerusakan rumah tersebut tersebar di 51 desa di 12 kecamatan. Di antarannya Kecamatan Bojonegoro, Kapas, Balen, Sumberrejo, Trucuk, Kalitidu, Dander, Ngasem, Ngambon, Margomulyo, Gayam dan Kepohbaru.

Sedangkan pada kejadian Senin (11/11/2019), terdapat 53 rumah rusak, yaitu rusak berat sebanyak 12 unit, rusak sedang 4 unit dan rusak ringan 37 unit. Kerusakan tersebut tersebar di 36 desa di 12 kecamatan, meliputi Kecamatan Temayang, Dander, Kalitidu, Sugihwaras, Sukosewu, Kapas, Ngraho, Ngasem, Tambarkrejo, Purwosari, Gayam dan Padangan.

Terkait rumah warga yang mengalami kerusakan, Gubernur Khofifah meminta kepada OPD terkait untuk segera mendata dan mencocokkan dengan data Pemkab Bojonegoro, agar bisa dilakukan identifikasi. Selain itu, ketersedian pos pengungsian yang memadai juga harus disediakan khususnya bagi yang kategori rumahnya rusak berat.

"Tim Reaksi Cepat BPBD Provinsi Jawa Timur telah bergabung dengan Tim dari Bakorwil Bojonegoro untuk melakukan dukungan assessment khususnya untuk rekonstruksi rumah yang rusak sedang dan berat," jelas mantan Menteri Sosial ini.

Menurutnya, penguatan konstruksi rumah warga perlu segera dilakukan. Selain itu, bagi rumah yang tidak layak huni, harus segera diupdate menjadi rumah tinggal layak huni.

"Rumah-rumah tersebut diharapkan bisa terdata dan ini perlu segera kita lakukan. Selain pemprov, untuk menyukseskan program ini, tentunya pemkab juga harus bisa menjadi ujung tombaknya," tegasnya.

Gubernur Khofifah juga meninjau rumah warga yang terdampak hujan angin di BojonegoroGubernur Khofifah juga meninjau rumah warga yang terdampak hujan angin di Bojonegoro

Berdasarkan hasil Analisa BMKG, lanjut Gubernur Khofifah, hujan es disertai angin kencang yang berlangsung di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya akibat adanya pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang cukup signifikan. Dengan suhu puncak awan mencapai -69 hingga -100 derajat selsius. Pertumbuhan awan CB ini disebabkan adanya pola belokan angin di wilayah Jatim dan didukung dengan kondisi atmosfer yang cukup labil dan lembab, serta adanya aktivitas penguapan yang cukup tinggi disekitar Laut Jawa bagian utara dan Selat Madura.

Sementara itu, berdasarkan siaran pers dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat, dari Januari hingga November 2019 jumlah puting beliung merupakan kejadian tertinggi dibandingkan jenis bencana lain. Sebanyak 1.010 puting beliung terjadi sepanjang tahun ini. Puting beliung telah mengakibatkan korban meninggal dunia 13 jiwa, luka-luka 187 dan mengungsi 41.429. Sedangkan kerusakan pemukiman, bencana ini mengakibatkan rumah rusak berat 1.865 unit, rusak sedang 3.134 dan rusak ringan 18.211 unit.

Masih berdasarkan keterangan dari BNPB, angin puting beliung biasanya terjadi saat pergantian musim, dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Untuk itu, seluruh warga masyarakat diimbau untuk tetap waspada dalam menghadapi potensi bahaya angin puting beliung.

Pada kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah juga memberikan bantuan kepada warga yang terdampak puting beliung di Bojonegoro. Antara lain berupa paket sembako, 1350 terpal, paket sandang, alat kebersihan dan barang keperluan anak-anak.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/new-resto-pelabuhan-portrait.gif