Pixel Code jatimnow.com

Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Gembong Pasuruan

Editor : Narendra Bakrie   Reporter : Moch Rois
Petugas mengevakuasi jasad korban yang ditemuakan tewas mengambang di Sungai Gembong, Kota Pasuruan
Petugas mengevakuasi jasad korban yang ditemuakan tewas mengambang di Sungai Gembong, Kota Pasuruan

jatimnow.com - Sesosok mayat pria ditemukan mengambang di Sungai Gembong, Pelabuhan Kota Pasuruan, Selasa (9/4/2019). Warga yang menemukan kemudian melapor ke polisi.

Dari hasil identifikasi, korban diketahui bernama M. Kosim (62) warga Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

"Penemuan mayat diketahui sekitar pukul 16.30 Wib tadi. Kami yang mendapat laporan langsung melakukan identifikasi dan mengevakuasi jasad korban ke RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan," jelas Kapolsek Purworejo, Kompol Timbul Wahono.

Berdasarkan keterangan saksi yang diperiksa, korban terakhir meninggalkan rumah pada Senin (8/4/2019) sekitar pukul 09.00 Wib.

Korban yang berprofesi sebagai tukang becak itu biasanya mangkal di trotoar pinggir sungai tak jauh dari lokasi penemuan mayat. Namun pada Senin sore itu, korban tak kunjung pulang dan hanya dijumpai becaknya.

Baca juga:
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Sungai Irigasi Persawahan Kediri

"Setelah membawa becak pulang, istri korban sempat melakukan pencarian, tapi tidak berhasil. Dan sore hari tadi, jenazah korban ditemukan mengambang," tambahnya.

Menurut pengakuan keluarga, korban sudah lama menderita sakit epilepsi. Namun untuk penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan polisi.

Baca juga:
Pria Lamongan Ditemukan Meninggal di Sebelah Rel, Polisi Lakukan Penyelidikan

"Kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Keluarga pun menerima kematian korban dan tak menginginkan jenazah diautopsi," pungkas Timbul Wahono.

 

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam