Pixel Code jatimnow.com

Tangkal Hoax, Polda Jatim Takedown Ribuan Situs Membahayakan

  Reporter : Erwin Yohanes
Wakapolda Jatim Brigjen Pol Widodo Eko Prihastopo, memberikan keterangan pers.
Wakapolda Jatim Brigjen Pol Widodo Eko Prihastopo, memberikan keterangan pers.

Baca juga:
Menakar Nyali, Menepis Hoaks: Seni Bertahan Hidup di Negeri Cincin Api

 
jatimnow.com- Polda Jawa Timur berkomitmen menangkal berita hoax. Bahkan, dalam kurun waktu tiga bulan, polda sudah men-takedown  ribuan situs yang dinilai dapat membahayakan keamanan dan ketertiban masyarakat.
 
Hal itu disampaikan Wakapolda Jatim Brigjen Pol Widodo Eko Prihastopo, di sela acara Rakernis Bidang Humas di ruang Rupatama Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Kamis (29/3/2018).
 
"Angkanya tidak bisa disebutkan, tapi cukup besar," kata Widodo.
 
Wakapolda mengatakan, polisi telah memiliki teknologi untuk melacak keberadaan situs yang menyebarkan informasi hoax, menyebarkan ujaran kebencian yang berpotensi membahayakan kamtibmas.
 
"Kita punya instrumen cyber troops. Jadi polisi bukan hanya patroli secara nyata, tapi juga patroli melalui media sosial. Kita sekarang sudah punya alatnya," terangnya.
 
Dalam acara rakernis tersebut, Wakapolda menyampaikan bahwa Humas memiliki peran yang strategis dalam meminimalisir berita hoax yang beredar di masyarakat.
 
"Humas sebagai satuan kerja yang diharapkan dapat menjadi corong Polri, bisa menjembatani komunikasi Polri dengan masyarakat," pesannya.
 
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, dengan diadakan rakernis ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan personel humas.
 
"Kita berharap dengan rakernis ini bisa dijadikan sebagai media untuk menambah wawasan serta meningkatkan kemampuan humas di Polda Jatim dan polres jajaran," terang Barung.
 
Reporter: Jajeli Rois
Editor: Erwin Yohanes
Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam