La Cuisine 2026 Jadi Magnet KRISTAInterFOOD, Diikuti 1.100 Chef

Kamis, 05 Nov 2026 13:29 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Untuk memastikan penilaian berjalan sesuai standar internasional, panitia menghadirkan 30 juri bersertifikat Worldchefs Certified Judges. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Lebih dari 1.100 chef dari berbagai negara unjuk kemampuan dalam The 8th La Cuisine Culinary Competition 2026 yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, pada 4-7 November 2026.

Kompetisi kuliner internasional yang menjadi bagian dari KRISTAInterFOOD 2026 itu menghadirkan beragam tantangan, mulai dari memasak hidangan panas hingga mengolah pastry dan makanan tradisional Nusantara.

Ajang yang digelar Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia bersama Krista Exhibitions tersebut menjadi ruang bagi chef profesional dan calon chef muda untuk memperlihatkan keterampilan, kreativitas, serta inovasi dalam mengolah makanan dengan standar internasional.

Baca juga: Kemenekraf Buka Klinik Foto Produk Gratis untuk UMKM Kuliner di Krista Interfood 2026

La Cuisine 2026 juga memiliki pengakuan internasional melalui sertifikasi Worldchefs. Bahkan, kompetisi tahun ini dipercaya menjadi tuan rumah Worldchefs Global Championships Regional Semi-Final Asia.

CEO Krista Exhibitions Daud D. Salim mengatakan, penyelenggara menghadirkan lebih dari 30 kategori kompetisi yang mencakup berbagai bidang kuliner.

Peserta dapat mengikuti tantangan hot cooking, pastry, bakery, confectionery, hingga pengolahan hidangan tradisional Indonesia.

"La Cuisine tidak hanya menguji keterampilan teknis para chef. Ajang ini juga memperkuat ekosistem bisnis makanan dan minuman melalui pengenalan inovasi bahan pangan lokal maupun global," kata Daud saat pembukaan KRISTAInterFOOD 2026, Rabu (4/11/2026).

Menurut dia, banyaknya kategori memberikan kesempatan kepada peserta untuk menunjukkan keahlian sesuai bidang masing-masing. Kompetisi juga membuka ruang pertukaran pengalaman dan pengetahuan antara chef profesional dengan generasi muda yang tengah menekuni industri kuliner.

Untuk memastikan penilaian berjalan sesuai standar internasional, panitia menghadirkan 30 juri bersertifikat Worldchefs Certified Judges. Para peserta memperebutkan medali emas, perak, perunggu, hingga predikat diploma dengan penilaian meliputi keterampilan, teknik pengolahan, kreativitas, dan kualitas hidangan.

Salah satu peserta yang ikut meramaikan kompetisi berasal dari Otimo International Surabaya. Institusi pendidikan kuliner tersebut mengirimkan 14 mahasiswa untuk bertanding dalam 12 kelas berbeda.

Salah satu tantangan yang diikuti peserta adalah menyajikan nasi tumpeng dengan sentuhan inovasi, baik dari segi cita rasa maupun tampilan. Tim Otimo International Surabaya mengandalkan nasi kuning sebagai sajian utama, dilengkapi lauk daging sapi, udang sambal petai, tempe orek, serta aneka hidangan tradisional lainnya.

Peserta Otimo International Surabaya, Jennifer, mengatakan timnya berusaha menghadirkan karakter berbeda melalui desain penyajian dan teknik memasak.

Baca juga: Menperin Buka KRISTAInterFOOD 2026, Dorong Kuliner Indonesia Mendunia

Bahkan, perlengkapan untuk menyajikan tumpeng dibuat khusus agar sesuai dengan konsep yang mereka siapkan.

\

"Yang membedakan tumpeng kami mungkin dari desain dan teknik memasaknya. Seperti bisa dilihat, tampah yang digunakan juga kami buat secara khusus," ujar Jennifer di sela kompetisi.

Persiapan mengikuti ajang internasional tersebut tidak dilakukan dalam waktu singkat. Jennifer menyebut timnya sudah menjalani berbagai tahapan latihan sejak beberapa bulan sebelum kompetisi, termasuk menguji resep dan menyimulasikan proses memasak dengan batas waktu.

"Persiapannya cukup panjang, sudah disiapkan sejak beberapa bulan lalu. Awalnya kami melakukan uji coba seperti biasa. Menjelang kompetisi, latihan menggunakan timer agar tahu bagaimana alur pengerjaannya," tuturnya.

Meski telah berlatih berbulan-bulan, pengelolaan waktu tetap menjadi tantangan tersendiri. Banyaknya komponen makanan dan kondimen yang harus disiapkan membuat setiap anggota tim harus bekerja secara terkoordinasi agar seluruh hidangan selesai sesuai jadwal.

"Tantangannya mungkin di waktu, karena kondimennya cukup banyak," ungkap Jennifer.

Bagi para mahasiswa, keikutsertaan dalam La Cuisine Culinary Competition 2026 menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan di luar lingkungan kampus.

Baca juga: KRISTA InterFOOD 2026 Digelar di NICE PIK 2, Gandeng 1.100 Pebisnis Kuliner

Mereka tidak hanya dituntut menghasilkan masakan bercita rasa baik, tetapi juga harus mampu menjaga konsistensi, mengatur waktu, bekerja sama, dan memenuhi standar penyajian profesional.

Di luar kompetisi La Cuisine, KRISTAInterFOOD 2026 turut menghadirkan sejumlah agenda yang mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman dari berbagai negara.

Beberapa di antaranya kompetisi kopi nasional KIROC, Gelato World Tour, pameran teknologi pangan, hingga program business matching internasional.

Seluruh kegiatan menempati area pameran yang terbagi dalam 11 hall. Berbagai produsen, distributor, pelaku usaha, profesional, dan komunitas kuliner memanfaatkan ajang tersebut untuk memperkenalkan produk dan inovasi, memperluas jejaring, serta menjajaki peluang kerja sama bisnis.

KRISTAInterFOOD 2026 berlangsung hingga 7 November 2026. Pameran dibuka untuk pengunjung setiap hari pukul 10.00-19.00 WIB.

Pelaku industri maupun masyarakat umum dapat melakukan registrasi melalui laman resmi penyelenggara untuk mengunjungi pameran sekaligus menyaksikan kompetisi dan perkembangan terbaru industri makanan dan minuman.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler