Kecelakaan Kapal Masih Mengancam, Kemenhub Perkuat Edukasi Keselamatan Pelayaran

Selasa, 03 Nov 2026 17:15 WIB
Reporter :
Sujianto
Suasana simulasi keselamatan pelayaran. (Foto: Sujianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kementerian Perhubungan terus berupaya membangun budaya keselamatan pelayaran. Salah satunya melalui simulasi keselamatan yang melibatkan regulator, operator kapal, unsur TNI-Polri, hingga masyarakat pengguna jasa transportasi laut.

Kegiatan tersebut digelar di Pelabuhan Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (3/11/2026).

Simulasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran seluruh pihak terhadap pentingnya keselamatan selama perjalanan laut. Pasalnya, berbagai insiden pelayaran masih berpotensi terjadi akibat sejumlah faktor, mulai dari cuaca buruk, kelelahan, ketidakpatuhan penumpang, hingga barang berbahaya yang tidak dilaporkan kepada operator kapal.

Baca juga: KRI Pulau Fani-731 Deteksi Objek Diduga Bangkai KM Feronia di Perairan Labuan Bajo

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Lollan Andy Sutomo Panjaitan, mengatakan kampanye dan simulasi keselamatan pelayaran diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus mampu menumbuhkan budaya keselamatan di lingkungan transportasi laut.

“Kita berharap akan tumbuh kesadaran terhadap budaya keselamatan, baik dari regulator, operator, maupun masyarakat pengguna jasa,” ujar Lollan.

Dia mengakui, insiden pelayaran masih berpotensi terjadi kapan saja karena dipengaruhi berbagai faktor. Selain kondisi cuaca dan kelelahan, perilaku penumpang yang tidak mematuhi aturan keselamatan juga dapat memicu kecelakaan.

Bahkan, berdasarkan hasil investigasi sejumlah kejadian, ditemukan barang berbahaya yang dibawa ke kapal tanpa dilaporkan kepada operator.

Baca juga: Cerita Perjuangan Warga Kediri Bertahan Hidup saat KM Virgo Transport 8 Tenggelam

“Insiden itu bisa terjadi kapan saja karena banyak faktor. Kadang faktor cuaca, kelelahan, penumpang yang tidak taat, atau dari investigasi ditemukan adanya barang berbahaya yang dimuat tetapi tidak dilaporkan kepada operator,” jelasnya.

\

Menurut Lollan, persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama. Pemerintah, operator kapal, dan masyarakat harus membangun komitmen untuk memastikan setiap barang yang dibawa ke kapal memenuhi ketentuan keselamatan.

Untuk memperkuat pengawasan, Kementerian Perhubungan mulai menerapkan pemeriksaan menggunakan mesin X-Ray serta program Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) secara bertahap. Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menjadi salah satu lokasi awal penerapan kedua program tersebut.

“Untuk X-Ray memang kita lakukan bertahap. Di Tanjung Perak ini menjadi salah satu awal yang kita lakukan. Bukan hanya X-Ray, tetapi juga penerapan Zero ODOL,” katanya.

Baca juga: Pemakaman Korban Kru KM Virgo Transport 8 asal Lamongan Diwarnai Isak Tangis Keluarga

Jika penerapan di Tanjung Perak dinilai berhasil, program serupa akan diperluas ke sejumlah pelabuhan utama lainnya, seperti Tanjung Priok, kawasan Lombok, Makassar, serta pelabuhan penyeberangan yang menjadi pusat pergerakan barang dan penumpang.

Lollan menegaskan, keselamatan pelayaran membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, dia mengapresiasi dukungan PT Dharma Lautan Utama, Pelindo, unsur TNI-Polri, masyarakat, serta seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Melalui simulasi dan kampanye keselamatan ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap prosedur keselamatan pelayaran semakin meningkat sehingga risiko kecelakaan di laut dapat ditekan.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler