Pixel Code jatimnow.com

Pemakaman Korban Kru KM Virgo Transport 8 asal Lamongan Diwarnai Isak Tangis Keluarga

Editor : Yanuar D   Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Jenazah korban kecelakaan kapal KM Virgo asal Lamongan saat tiba di rumah duka. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Jenazah korban kecelakaan kapal KM Virgo asal Lamongan saat tiba di rumah duka. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Suasana duka menyelimuti kedatangan jenazah korban kecelakaan Kapal KM Virgo Transport 8, Jumbrik ke rumah duka di Perum Made Great Recident, Kelurahan Made, Kecamatan/kabupaten Lamongan, Rabu (23/9/2026) pukul 13.00 WIB.

Tangis keluarga mendadak pecah usai peti jenazah dikeluarkan dari ambulans menuju rumah duka. Tampak sang istri juga turun dari ambulans.

Tak lama setelahnya, jenazah disalatkan di Masjid Darush Shofa Perim Made Great kemudian dimakamkan di Makam Desa Sumberejo, sekitar pukul 14.00 WIB.

Diketahui Jumbrik merupakan kru atau anak buah kapal (ABK) KM Virgo Transport 8 yang ditemukan terbalik di wilayah Pantai Seruyan, Kalimantan Tengah pada Senin (21/9/2026).

Jasad Jumbrik ditemukan masih menggunakan pelampung, meski sudah dalam kondisi tak bisa dikenali petugas memastikan jasat yang ditemukan merupakan Jumbrik setelah melalui proses identifikasi oleh tim DVI Polda Kalimantan Selatan melalui kriteria medis, pemeriksaan gigi, dan properti pribadi korban.

Menurut penuturan warga setempat, almarhum dikenang sebagai sosok yang religius dan memiliki solidaritas tinggi kepada orang-orang sekelilingnya.

Baca juga:
Korban KM Virgo Transport 8 Asal Jember Teridentifikasi, Jenazah Dimakamkan

"Memang jarang di rumah karena faktor pekerjaan di kapal, tapi kalau pulang sering ketemu di masjid berbaur juga dengan warga disini. Alhamdulillah Ibadahnya dijaga sering shodaqoh juga, kemari Idul Adha juga berqurban," kata Fahruddin, Ketua Ta'mir Masjid Darush Shofah Perum Made Great, Rabu (23/9/2026).

Ditanya soal firasat yang dirasakan keluarga, Fahruddin sempat mendengar kabar kalau sebelum kejadian kecelakaan kapal tepatnya pukul 22.00 WIB almarhum sempat menelfon sang istri.

"Kabar dari lingkungan sini tetangga-tetangga bahwa almarhum sempat telfon istrinya katanya nggak bisa tidur, dan itu terakhir berkomunikasi hingga ditemukan menjadi korban kecelakaan kapal," terangnya.

Baca juga:
Update Kecelakaan KM Virgo Transport 8: Tim SAR Temukan 172 Korban

Diceritakan Fahruddin jika saat pertama kali mendengar kabar kecelakaan kapal KM Virgo dengan korbanya salah satu adalah almarhum. Warga inisiatif memberi dukungan moril kepada istri dan keluarga besar.

"Bentuk solidaritas warga sini, sejak dikabarkan menjadi korban ibu-ibu yasinan selalu Istighosah kirim doa dengan harapan almarhum bisa ditemukan dalam kondisi selamat," jelasnya.

Dari pantauan, kondisi keluarga terlihat sangat terpukul sang istri tak kuasa menahan tangis sembari terus memanggil nama sang suami.