Waspada Struk Palsu, UMKM Prafi Dibekali Kiat Tangkal Penipuan Online

Sabtu, 31 Okt 2026 17:42 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Tim Ekspedisi Patriot 18 UNAIR membekali pelaku UMKM di Prafi Manokwari cara mengenali tiga modus penipuan online agar uang dagangan aman. (Foto: Tim Ekspedisi for jatimnow.com)

jatimnow.com - Maraknya jebakan siber yang mengintai pedagang kecil mendorong Tim Ekspedisi Patriot 18 Universitas Airlangga (UNAIR) turun langsung ke Kawasan Transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Para pegiat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat mendapat pembekalan khusus mengenai tiga modus penipuan online yang kerap menguras modal usaha, Sabtu (31/10/2026).

Pelatihan bertajuk "Jualan Online Aman: Cara Melindungi Uang dan Dagangan Kita dari Penipu" berlangsung santai di Kebun Anggur (Manokwari Anggur), SP 4, Kampung Udapi Hilir.

Baca juga: Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Percepat Digitalisasi UMKM di Prafi

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR, Dr. Fatin Fadhilah Hasib, memimpin langsung edukasi bersama lima anggota tim gabungan alumni UNAIR, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Muria Kudus.

Fatin melihat platform percakapan seperti WhatsApp hingga media sosial Facebook dan Instagram kini jadi andalan pedagang kampung menjaring pembeli baru.

Namun, lonjakan transaksi digital justru membuka celah bagi pelaku kejahatan siber memperdaya pedagang yang minim literasi keamanan digital.

"Peluang pasar digital yang terbuka lebar wajib diimbangi kehati-hatian transaksi. Kami tidak ingin pedagang teperdaya hingga modal usahanya lenyap," ujar Fatin di lokasi acara.

Pemateri pelatihan, Abdusyahid Naufal Fathullah, membeberkan tiga modus licik yang paling sering memakan korban pedagang kecil.

Modus pertama adalah rekayasa struk transfer fiktif. Pelaku biasanya memesan barang dalam jumlah melimpah, lalu mengirimkan tangkapan layar bukti transfer palsu demi mendesak barang segera dikirim.

Modus kedua memanfaatkan kiriman tautan atau berkas aplikasi tak dikenal yang dapat menyusup ke gawai dan mencuri data perbankan korban.

Baca juga: Sekolah Pascasarjana UB Bekali Perempuan Strategi Cegah Penipuan Daring

Sedangkan pola ketiga berupa rekayasa manipulasi psikologis (social engineering), di mana pelaku memanipulasi emosi pedagang agar menyerahkan kode rahasia keamanan.

\

"Pelaku usaha bukan cuma harus jago jualan lewat gawai, tapi juga wajib paham cara mengamankan dompet digital dan data pribadi," tutur Fatin.

Untuk menangkal kerugian nyata, pedagang diminta membangun kebiasaan mutlak: selalu mengecek mutasi saldo di aplikasi rekening pribadi sebelum menyerahkan barang pesanan.

Pedagang diimbau tak pernah membagikan data krusial, mulai dari PIN ATM, kode OTP, hingga foto identitas KTP kepada siapa pun.

Tiap kali menerima instruksi mencurigakan atau pesanan janggal, pedagang disarankan mengonfirmasi ulang secara teliti tanpa terburu-buru.

Baca juga: Unair Boyong Strategi Pemasaran Digital ke Kawasan Transmigrasi Prafi

Bagi pelaku usaha yang telanjur menjadi korban, tim menyarankan agar komunikasi segera diputus dan semua bukti obrolan maupun nomor rekening pelaku disimpan rapi.

Langkah cepat melapor ke pihak perbankan untuk memblokir rekening penipu serta melapor ke kepolisian menjadi kunci penanganan awal.

Gerakan literasi digital di pelosok Papua Barat ini menjadi bagian dari dorongan terhadap target pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya penguatan ekonomi lokal serta kolaborasi kampus dan masyarakat daerah transmigrasi.

Fatin menaruh asa agar para perintis usaha di Prafi kian percaya diri memperluas pasar tanpa dibayangi rasa cemas menjadi mangsa penjahat siber.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler