jatimnow.com - Lembaga pemulihan ekosistem sungai, ECOTON, resmi membuka program wisata edukasi susur Kali Surabaya pada Minggu (11/10/2026). Inisiatif ini melintasi tiga wilayah bantaran di Gresik, yakni Desa Wringinanom, Desa Lebani Waras, dan Desa Sumengko.
Program perdana tersebut melibatkan belasan pelajar SMK N 1 Cerme dan mahasiswi Universitas Brawijaya (UB). Para peserta diajak mengenali keanekaragaman ikan endemik, membersihkan timbulan sampah plastik, serta menanam pohon di sepanjang aliran sungai.
Koordinator Program Petro-Tirta ECOTON, Amalia Fibrianty, menjelaskan bahwa konsep wisata ini dirancang untuk memberikan pengalaman emosional dan edukatif secara langsung kepada publik.
Baca juga: Aksi Bersih Kali Tebu Surabaya: 350 Relawan Angkut 3,12 Ton Sampah
"Tujuan kami mengajak pelajar dan masyarakat melihat dari dekat kondisi nyata ekosistem Kali Surabaya. Bukan sekadar rekreasi naik boat, tetapi juga aksi nyata membersihkan limbah plastik dan menanam pohon," kata Amalia.
Di sepanjang rute pelayaran, peserta disuguhi pemandangan kontras antara keanekaragaman hayati sungai dan gumpalan limbah plastik yang melilit perakaran vegetasi bantaran.
Karina Sadra Pramudita, siswi SMK N 1 Cerme, mengaku terkejut saat melihat dari dekat tumpukan sampah rumah tangga yang tersangkut di pepohonan tepi sungai.
Baca juga: Pelajar Temukan 27 Partikel Mikroplastik di Sampel Air Kali Surabaya
Rasa prihatin mendorongnya langsung turun tangan memungut sampah plastik yang mengapung bersama rombongan.
Pengalaman serupa dirasakan Lid Debora Widodo, mahasiswi Hubungan Internasional Universitas Brawijaya.
Ia menuturkan kekecewaannya saat perahu melintasi titik-titik sungai yang berbau menyengat akibat tumpukan limbah domestik, bahkan mendapati kasur bekas terbakar di tepi air.
Baca juga: Ecoton Ajak 50 Pelajar SMA Kenali Ekosistem Kali Surabaya di Gresik
Debora menyoroti ancaman serius limbah tersebut terhadap keberlangsungan biota air dan kesehatan masyarakat, terutama saat debit air meningkat di musim hujan.
Rangkaian kegiatan ditutup di kawasan Suaka Ikan Kali Surabaya, Desa Lebani Waras, Wringinanom. Di lokasi ini, peserta menanam 25 bibit pohon yang terdiri dari beringin, cemara udang, sukun, dan jeruk lemon lokal guna menjaga daya dukung lingkungan bantaran.
ECOTON kini membuka akses program wisata edukasi ini secara luas bagi sekolah, perguruan tinggi, maupun komunitas masyarakat yang ingin berkontribusi langsung dalam perlindungan kawasan DAS Kali Surabaya.