Nizar Luthfi Daftar Calon Ketua PMII Surabaya, Usung Visi Tumbuh Serentak

Rabu, 23 Sep 2026 23:32 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Nizar Luthfi Jauhari resmi mendaftar sebagai calon Ketua Umum PMII Surabaya 2026 dengan mengusung gagasan Tumbuh Serentak dan tiga pilar utama. (Foto: FJN for jatimnow.com)

jatimnow.com - Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Airlangga, Nizar Luthfi Jauhari, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Surabaya.

Momen pendaftaran ini bertepatan dengan persiapan Konferensi Pemilihan Ketua Umum PC PMII Surabaya tahun 2026 yang dijadwalkan dimulai pada awal Oktober.

Dalam pencalonannya, Nizar membawa visi bertajuk "Tumbuh Serentak". Gagasan tersebut mengadopsi kaidah Al-muhafadhotu 'ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah, yakni memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik.

Baca juga: UNAIR Dorong Hilirisasi Minyak Nilam Petani Trenggalek Jadi Aromaterapi

Melalui visi ini, ia menyatakan bertekad menjadikan PMII Surabaya sebagai pusat pergerakan transformatif sekaligus jaring pengaman sosial atau inkubator karir bagi para kader.

Nizar menjelaskan, gagasan tersebut berawal dari pengamatannya terhadap potensi kader yang dinilai belum tergarap maksimal. Ia menilai PMII Surabaya memiliki kekayaan intelektual dan jaringan, namun kerap terpusat pada disiplin ilmu tertentu.

"Saya ingin memastikan tidak ada kader yang merasa kecil hanya karena latar belakang pendidikannya berbeda. Semua harus punya ruang untuk tumbuh," kata Nizar dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).

Konsep "Tumbuh Serentak" yang ditawarkannya mencakup tiga pilar utama. Pilar pertama adalah inklusivitas disiplin ilmu melalui pembukaan ruang kolaborasi lintas fakultas, mulai dari sains, teknologi, seni, hingga kesehatan.

Baca juga: Dosen UNAIR Dampingi Peternak Jember Olah Limbah Kopi Jadi Pakan

Pilar kedua yakni inkubator karir yang dirancang lewat program mentoring, pelatihan keterampilan praktis, dan jejaring alumni untuk persiapan pasca-kampus.

\

Pilar ketiga berupa penguatan tradisi intelektual dengan menghidupkan diskusi kritis berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Nizar menyebut tradisi diskusi dan pengkaderan PMII yang sudah berjalan akan tetap dipertahankan, namun metode serta pendekatannya disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Baca juga: Sulap Matoa Jadi Produk Bernilai Ekonomi, Tim Ekspedisi Unair Berdayakan Warga Transmigrasi Papua Barat

"Kita sebagai kader PMII Surabaya harus terus bergerak tumbuh bersama, dan tidak boleh terjebak romantisme masa lalu, tapi juga tidak boleh tercerabut dari akar tradisi. Inilah yang saya maksud dengan tumbuh serentak," ujarnya.

Ia berharap kontestasi pemilihan ketua umum PMII Surabaya menjadi ruang adu gagasan antar-kader.

"Mari tumbuh serentak, karena tidak ada usaha yang mudah tanpa adanya kesadaran saling menumbuhkan. Karena, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa mencetak pemimpin selanjutnya yang lebih baik," kata Nizar.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler