Ratusan Siswa dan Guru SMKN di Tulungagung Keracunan Usai Santap MBG

Kamis, 17 Sep 2026 17:47 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Siswa SMKN 1 Boyolangu saat dirawat di Puskesmas. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan siswa dan guru di SMKN 1 Boyolangu Tulungagung, mengalami gejala keracunan usai mengkonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka mengalami diare setelah memakan menu MBG di hari Rabu (16/9/2026). Para siswa ini menjalani pemeriksaan di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Hingga saat ini masih dilakukan pendataan untuk mengetahui pasti jumlah siswa dan guru yang menunjukkan gejala keracunan ini.

Waka Kesiswaan SMKN 1 Boyolangu, Fajar Luthfianto mengatakan sejak Rabu (16/9/2026) malam pihaknya sudah menerima laporan adanya siswa yang mengalami diare. Pihak sekolah juga mendapat laporan kasus serupa terjadi terhadap sejumlah guru. Jumlah laporan semakin meningkat pagi ini. Siswa beramai-ramai datang ke UKS mengeluhkan sakit perut.

"Jumlahnya terus bertambah, kami segera laporkan kejadian ke Dinas Kesehatan dan pihak Pukesmas mengirim dokter untuk melakukan pemeriksaan," ujarnya, Kamis (17/9/2026).

Baca juga: Gerebek Judi Sabung Ayam, Polisi Tulungagung Bakar Perlengkapannya

Pihak sekolah memprakirakan jumlah siswa dan guru yang mengalami keracunan ini lebih dari 100 orang. Mereka menunjukkan gejala keracunan usai mengkonsumsi menu MBG pada hari Rabu. Hidangan MBG yang dikonsumsi para siswa pada hari Rabu kemarin meliputi ayam bakar, sambal, lalapan, serta buah. Menu ini dikirim oleh SPPG Tanjungsari 1. SPPG ini sebelumnya pernah mendapat sanksi berupa suspend dari BGN karena kasus serupa.

"Setelah di suspend kami baru menerima kiriman MBG lagi sejak 3 minggu lalu," tuturnya.

Baca juga: Kenalkan Sejarah, Pemkab Tulungagung Gelar Pameran Temporer Museum Daerah 2026

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Desi Lusiana Wardani mengatakan, pihaknya sudah mendatangi SMKN 1 Boyolangu. Petugas melakukan pendataan mengenai jumlah pasti siswa yang terdampak. Proses pendataan dilakukan terhadap siswa yang tidak masuk sekolah hari ini maupun yang sudah mengeluhkan gejala sejak kemarin. Selain itu, petugas juga sudah mengamankan sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium.

\

"Fokus kami melakukan pendataan siswa dan memastikan seluruh siswa yang bergejala mendapatkan penanganan medis. Kami juga sudah mengamankan sampel makanan," kata Desi Lusiana Wardani.

Merespon kejadian ini, Dinkes Tulungagung sudah menginstruksikan seluruh Kepala Puskesmas untuk mengawasi dan mengkaji kondisi kesehatan para siswa secara kerat. Meski begitu, sampai saat ini tidaj ada siswa yang menjalani rawat inap di Puskesmaa maupun rumah sakit.

Baca juga: Berdalih Agar Kuat Kerja, 2 Relawan SPPG di Tulungagung Konsumsi Sabu

Terkait dugaan keterkaitan dengan program MBG, Dinkes Tulungagung menyebut jika kasus ini statusnya masih berupa dugaan. Apabila ditemukan bukti kuat terkait pelanggaran, Satgas dipastikan akan mengambil tindakan tegas sesuai prosedur.

"Kami masih belum bisa menyimpulkan karena statusnya masih berupa dugaan. Nanti hasil uji laboratorium yang bisa membuktikan apakah ini karena MBG atau bukan," pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Tulungagung

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler