Kemarau Panjang, Enam Desa di Tulungagung Alami Krisis Air Bersih

Jumat, 28 Agu 2026 21:00 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Petugas BPBD Tulungagung melakukan pengiriman air bersih. (Foto: BPBD for jatimnow.com)

jatimnow.com - Musim kemarau yang terjadi tahun ini menyebabkan ribuan warga di Tulungagung kesulitan air bersih. Berdasarkan data BPBD Tulungagung ada sebanyak enam desa yang mengalami kekeringan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto mengatakan, bencana kekeringan mulai terjadi di Tulungagung pada bulan Juli 2026 lalu. Sejumlah mata air di wilayah Tulungagung mulai mengering akibat musim kemarau.

BPBD Tulungagung mencatat ada sebanyak enam desa di empat kecamatan yang mengajukan permintaan droping air bersih. Adapun rinciannya sebagai berikut, Desa Kalidawe Kecamatan Pucanglaban, Desa Pakisrejo Kecamatan Tanggunggunung, Desa Sebalor Kecamatan Bandung, Desa Keboireng Kecamatan Besuki, Desa Rejosari dan Desa Joho Kecamatan Kalidawir.

Baca juga: Terdakwa Kasus Dugaan Peredaran Pupuk Palsu di Tulungagung Meninggal Dunia

"Permintaan droping air terus bertambah. Sekarang ada enam desa yang meminta bantuan air bersih," ujarnya, Jumat (28/8/2026).

Dalam sekali pengiriman BPBD Tulungagung membawa dua tangki truk. Sedangkan jumlah air yang dikirim mencapai 10.000 liter dalam sekali droping.

Baca juga: Atap Ruang Kelas Ambruk, Puluhan Siswa di Tulungagung Belajar Dalam Tenda

"Droping air kami lakukan satu minggu sekali dengan kapasitas 10.000 liter," tuturnya.

\

Air yang didroping BPBD Tulungagung digunakan warga untuk kebutuhan konsumsi. Total warga yang mengalami kesulitan air bersih mencapai 1.148 jiwa yang tersebar di enam desa.

"Warga lebih memilih menggunakan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk konsumsi," jelasnya.

Baca juga: Warga Tulungagung Bongkar Makam Kuno Diduga Berasal Dari Abad 16

Teguh mengungkapkan, berdasarkan prakiraan BMKG musim kemarau akan berlangsung cukup lama pada tahun 2026. Hal ini berpotensi bencana kekeringan di Tulungagung meluas.

"Musim kemarau akan berlangsung cukup lama. Sehingga potensi bertambahnya desa yang mengalami kekeringan sangat mungkin terjadi," pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Tulungagung

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler