jatimnow.com - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin disebut siap maju sebagai calon Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35. Langkah itu dinilai sebagian orang bagian dari upaya mengamankan peta politik 2029.
Sebab, kedekatan Muhaimin dengan Presiden Prabowo menjadi perhatian tersendiri. Sebagai menteri koordinator di kabinet Prabowo, langkahnya dinilai membawa pertimbangan elektoral yang strategis menjelang 2029.
Gus Muwafiq bahkan menilai lewat media sosial, "hubungan dengan Pak Prabowo juga bagus," seraya mendorong, "kalau bisa, Cak Imin itu yang coba nyalon juga," tulis Gus Muwafiq.
Namun di tengah isu itu, Muhaimin hingga kini masih memegang jabatan Ketua Umum partai besutan Gus Dur.
Caketum PBNU lain, Gus Salam (KH Abdussalam Shohib), bahkan sempat mengisyaratkan jika Cak Imin harus mundur dari kepemimpinan PKB terlebih dahulu jika ingin maju sebagai kandidat di PBNU.
Dorongan agar Cak Imin maju juga datang dari sejumlah pihak, mulai dari Gus Muwafiq, Gus Maftuh, Forum Kader NU Yogyakarta, hingga Aliansi Santri Gus Dur.
Di sisi lain, Cak Imin beberapa pekan terakhir kerap menyindir kepemimpinan PBNU lima tahun tanpa perubahan dan menyebut NU butuh pemimpin baru yang fresh, sindiran yang direspons balik oleh Ketua Umum PBNU Gus Yahya.
Baca juga:
Jejak Teladan KH Miftachul Akhyar, Sosok Khusuk Penjaga Obor Tradisi NU
Bahkan, saat menghadiri acara Majelis Pemberdayaan Manusia di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’Arif, Denanyar, Jombang, Cak Imin kembali melontarkan hal yang sama.
"Ya, yang sesuai itu ya, jangan mengulangi yang salah, yang salah, yang salah,” ujarnya, Jumat (28/8/2026).
Wacana itu menyisakan pertanyaan yang mengganjal di hati banyak nahdliyin. Survei Parameter Politik Indonesia pada 20 Juli hingga 3 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden di 38 provinsi menunjukkan 65,8 persen warga NU setuju organisasi menjauh dari politik elektoral, dan 76,1 persen berharap PBNU fokus mengurus umat dan agama.
Baca juga:
Kritik Kinerja PBNU, Gus Syaifuddin: Jangan Sampai Besar Namanya, Tapi Stagnan
Organisasi yang lahir dari perjuangan para muassis, yang melahirkan Resolusi Jihad dan ikut menjaga tegaknya negeri, apakah kini rela dijadikan tunggangan partai politik?
Sedangkan para santri yang datang dari berbagai daerah untuk menjaga marwah NU berharap, jam'iyyah ini tidak digadaikan untuk kepentingan kursi.
Pertanyaannya, mungkinkah NU dipimpin oleh ketua partai politik praktis yang masih aktif memegang kendali partainya?
URL : https://jatimnow.com/baca-87093-cak-imin-maju-ketum-pbnu