jatimnow.com - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI membebaskan 100 persen biaya angkut bantuan kemanusiaan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Fasilitas pengiriman gratis itu diberikan selama masa tanggap darurat bencana dan merupakan bagian dari sinergi BUMN atas inisiatif Kementerian Perhubungan. Masyarakat, perusahaan, maupun instansi dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak.
Kepala Cabang PELNI Surabaya Roni Abdullah mengatakan pembebasan tarif berlaku untuk muatan yang diangkut kapal-kapal PELNI.
Baca juga: Tarif Angkutan Muatan PELNI Naik Mulai 1 Juli 2026, Cek Jenis yang Terdampak
“Program ini berbentuk diskon 100 persen untuk tarif muatan kapal PELNI yang difasilitasi pemerintah melalui Kementerian Perhubungan. Ini bisa digunakan masyarakat yang ingin menyalurkan bantuannya,” kata Roni.
Tingginya antusiasme masyarakat Jawa Timur mendorong PELNI, Pelindo, dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) membuka Posko Bersama Penerimaan Logistik Bencana di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Posko itu mulai beroperasi sejak 16 Agustus 2026. Seluruh bantuan yang terkumpul akan dikelola sebelum diberangkatkan menggunakan kapal penumpang PELNI.
Selain Surabaya, posko serupa disiapkan di sejumlah pelabuhan utama, termasuk Tanjung Priok, Jakarta, dan Makassar.
Branch Manager Kalimas Pelindo Multi Terminal Ana Adiliya mengatakan Pelindo memastikan fasilitas pelabuhan siap mendukung proses pengiriman bantuan, mulai dari dermaga hingga kegiatan bongkar muat.
Baca juga: DPR Kawal PMN Rp4 Triliun untuk Tiga Kapal Baru PELNI
“Pelindo terus memfasilitasi dukungan pengiriman bantuan kemanusiaan untuk korban gempa NTT. Kami memastikan seluruh kesiapan infrastruktur pelabuhan, dermaga, fasilitas penunjang, hingga operasional bongkar muat di posko bersama berjalan lancar,” ujar Ana.
Menurut dia, kelancaran distribusi menjadi perhatian agar bantuan dari masyarakat dapat sampai ke daerah terdampak dengan cepat dan aman.
Sejumlah kebutuhan menjadi prioritas dalam pengumpulan logistik, antara lain sembako, tenda pengungsian, matras, obat-obatan, perlengkapan bayi, dan air mineral.
Untuk pengiriman berikutnya dari Surabaya, PELNI menyiapkan KM Tidar yang dijadwalkan berangkat pada 30 Agustus 2026 pukul 15.00 WIB. Kapal itu akan melayani rute Surabaya–Makassar–Bau-Bau–Maumere.
Baca juga: PELNI Surabaya Wajibkan Tiket Online via PELNI Mobile
Sebelumnya, KM Tidar telah membawa bantuan gelombang pertama pada 16 Agustus 2026. Bantuan tiba di Maumere pada 19 Agustus 2026 dan selanjutnya diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
PELNI dan Pelindo juga menyiagakan sejumlah kapal lain untuk mendukung pengiriman logistik sesuai rute reguler dan pelabuhan singgah di NTT. Armada yang disiapkan mencakup KM Awu, KM Gunung Dempo, KM Bukit Siguntang, KM Lambelu, KM Tilongkabila, dan KM Wilis.
Pembebasan tarif angkut 100 persen masih berlaku tanpa batas waktu yang ditetapkan. Pelaksanaannya akan menyesuaikan kebutuhan penanganan darurat di lapangan serta arahan pemerintah.
Masyarakat, sektor swasta, dan instansi yang ingin menyalurkan bantuan dapat memanfaatkan posko bersama di pelabuhan serta fasilitas pengangkutan yang disediakan PELNI.