Bupati Jember Paparkan Program Inovasi ke Kementerian PDT dan PKP

Sabtu, 22 Agu 2026 11:45 WIB
Reporter :
Sugianto
Bupati Jember, Muhammad Fawait saat berkunjung ke Kementerian PDT dan PKP. (Foto: Diskominfo for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Jember terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat penanganan kemiskinan dan pemerataan pembangunan di daerah. Bupati Jember, Muhammad Fawait memaparkan secara rinci berbagai terobosan program unggulan daerah saat menyambangi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP), Jumat (21/8/2026).

Langkah proaktif ini tidak sekadar membawa usulan proyek, melainkan memamerkan program kerja nyata yang telah berjalan, lengkap dengan integrasi data, sistem pendukung, dan bukti implementasi di lapangan.

"Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat," ujar Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini.

Baca juga: Mengamuk Usai Pesta Miras, Pegawai SPPG di Jember Ditahan

Dalam kunjungannya ke Kemendes PDT, Gus Fawait diterima langsung oleh Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto beserta jajaran. Pada kesempatan tersebut, Pemkab Jember membedah dua inovasi yakni program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) dan layanan kesehatan jemut bola Homecare. Program Bunga Desaku mendekatkan pelayanan publik langsung ke masyarakat serta menjadi sarana penyerap aspirasi, sekaligus instrumen pengendalian inflasi daerah.

"Sedangkan program Homecare merupakan layanan kesehatan jemput bola ke rumah warga, khusus menyasar masyarakat miskin dan kelompok rentan yang memiliki keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan," paparnya.

Baca juga: Tak Hanya Nakes, Pemkab Jember Libatkan OPD Lain untuk Program Homecare

Pendekatan konkret yang langsung menyentuh akar rumput ini mendapat apresiasi positif dari Kemendes PDT, yang dinilai dapat menjadi referensi bagi daerah lain di Indonesia.

\

Sinergi juga ditunjukkan Pemkab Jember bersama Kementerian PKP. Melalui pemanfaatan aplikasi dan sistem pendataan yang presisi, Pemkab Jember berhasil merampungkan seluruh tahapan dan timeline program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah tepat waktu sesuai arahan kementerian.

Gus Fawait menegaskan bahwa integrasi seluruh sektor—mulai dari hunian layak, kesehatan melalui Homecare, hingga pemberdayaan ekonomi desa via Bunga Desaku—merupakan strategi terpadu untuk memutus mata rantai kemiskinan.

Baca juga: Dilema Lahan KDMP Jatimulyo Jember: Warga Terancam Penggusuran, Lokasi Dialihkan

Langkah percepatan ini berpedoman pada target nasional pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang membidik angka kemiskinan ekstrem sebesar 0 persen pada 2026 serta menekan angka kemiskinan nasional hingga 4,5–5 persen pada 2029.

"Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Semakin banyak program kementerian yang bisa kita sinergikan dengan kebutuhan masyarakat Jember, semakin besar daya ungkitnya untuk mempercepat penurunan kemiskinan," pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Jember

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler