jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Kediri mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk berbagai program beasiswa pada tahun ini. Program tersebut menyasar peserta didik mulai jenjang SD hingga perguruan tinggi sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan, pendidikan masih menjadi cara paling efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, ia memastikan anggaran beasiswa benar-benar diterima oleh anak-anak yang membutuhkan.
Baca juga: PAD Wisata Kediri Tembus Setengah Miliar Selama Libur Sekolah, Besuki Paling Favorit
“Ya karena saya percaya sampai dengan hari ini bahwa untuk memutus mata rantai kemiskinan paling cepat itu adalah dengan pendidikan,” ujarnya.
Menurut Mas Dhito, program beasiswa yang telah berjalan selama ini menunjukkan hasil nyata. Salah satunya terlihat di SMA Dharma Wanita, di mana anak-anak dari keluarga buruh tani, penjual kelapa muda, hingga kuli bangunan berhasil melanjutkan pendidikan ke sejumlah perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Brawijaya, ITS, dan Unesa.
“Artinya mereka mengangkat derajat keluarganya dengan pendidikan,” imbuhnya.
Mas Dhito meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri tidak hanya berpedoman pada data desil kemiskinan, tetapi juga melakukan survei lapangan untuk memastikan kondisi ekonomi calon penerima beasiswa.
“Rp30 miliar ini harus betul-betul diterima oleh anak-anak yang ada dalam kondisi miskin atau miskin ekstrem. Saya enggak bicara desil hari ini untuk beasiswa. Kenapa? Ada anak yang sebenarnya dia miskin tapi masuknya di desil empat. Jadi cek ke lapangan, cek rumahnya, cek orang tuanya. Betul enggak dia membutuhkan,” tegasnya.
Baca juga: Berburu Stempel di Museum Sri Aji Jayabaya, Sensasi Baru Wisata Edukasi di Kediri
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin menjelaskan, anggaran Rp30 miliar tersebut dialokasikan untuk berbagai jenis beasiswa. Di antaranya Beasiswa Berdaya bagi siswa yang melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya, beasiswa mahasiswa, beasiswa guru PAUD, Beasiswa Berani bagi atlet berprestasi, hingga beasiswa santri.
Untuk beasiswa mahasiswa, Muhsin menyebut kuota yang tersedia tahun ini sekitar 500 penerima. Sementara jumlah pendaftar mencapai sekitar 1.200 orang. Karena itu, proses seleksi dilakukan secara ketat melalui verifikasi administrasi dan pengecekan langsung di lapangan.
"Memang kita ada acuan desil 1 sampai 5, tetapi ketika ada pemohon, walaupun dia masuk desil 7 atau desil 6 secara administrasi, ketika kita cek di lapangan mereka lebih membutuhkan itu. Artinya sering terjadi orang tua ketika pendataan kemarin mampu ya, kemudian misalnya usahanya bangkrut, sekarang enggak punya apa-apa, rumahnya dijual atau sekarang rumahnya kontrak, padahal dulu punya rumah, ada terjadi seperti itu,” terangnya.
Ia menambahkan, besaran bantuan disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Siswa yang masuk SD menerima Rp1 juta, masuk SMP Rp1,5 juta, masuk SMA Rp2 juta, sedangkan mahasiswa baru memperoleh bantuan Rp5 juta.
Baca juga: Mas Dhito Tegaskan Peserta PBK di Kediri Harus Siap Masuk Dunia Industri
Selain itu, Pemkab Kediri juga membuka kesempatan beasiswa lanjutan bagi mahasiswa yang sedang menempuh perkuliahan dengan syarat memiliki prestasi akademik dan IPK minimal 3,6.
Saat ini pendaftaran beasiswa mahasiswa telah ditutup. Sementara itu, pendaftaran beasiswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA masih berlangsung secara bertahap hingga 2 Agustus sesuai jadwal masing-masing.
Melalui program tersebut, Pemkab Kediri berharap semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu yang dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi, sehingga memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pendidikan.