jatimnow.com - Seorang emak-emak dilaporkan membawa kabur empat tabung gas LPG 3 Kg dari sebuah toko kelontong di Ketami, Kecamatan Pesantren, Jumat (10/6/2026). Modusnya pelaku pura-pura membeli mi instan dan jajanan dalam jumlah besar.
Peristiwa bermula ketika wanita tersebut datang ke toko untuk mencari kertas minyak. Namun, karena barang yang dicari tidak tersedia, ia kemudian membeli 22 bungkus mi instan dan meminta agar dikemas ke dalam 11 kantong plastik.
Saat itu, pemilik toko sempat menanyakan alamat rumah wanita tersebut. Ia mengaku sebagai mertua dari salah seorang tetangga pemilik toko yang tinggal di gang berbeda. Sebelum menyelesaikan transaksi, dia berpamitan dengan alasan hendak membeli roti.
Baca juga: 2 Remaja Kediri Bobol Warung di Area Wisata Besuki, Gondol Elpiji Dibungkus Sarung
“Orang tersebut tersebut pergi katanya mau beli roti dulu. Kemudian balik lagi dengan bilang suruh genapi jadi 25 bungkus dan kebetulan stok mi di toko tidak cukup lalu ibu saya keluar bermaksud membelikan mi lg dan orangnya pergi lagi. Toko sama ibu saya ditutup, namun saya ada di dalam rumah,” kata anak pemilik toko.
Mengetahui masih ada orang di rumah, pelaku masuk melalui pintu samping dan kembali berbelanja dengan membeli garam. Setelah toko dibuka, ia juga memesan jajanan berupa Nabati dan Qtela yang diminta untuk dikemas menjadi 10 kantong.
Baca juga: Melon Jadi Incaran Maling di Pertokoan Banyuwangi, Kok Bisa?
Di tengah proses pengemasan, dia sempat berbicara melalui telepon dan mengalihkan perhatian penjaga toko. Dalam situasi tersebut, ia menyampaikan bahwa tabung gas kosong yang ada di rumah sebaiknya ditukarkan di toko daripada dikembalikan ke pangkalan.
Saat perhatian penjaga toko terfokus pada proses pengemasan pesanan, wanita tersebut diduga mengambil sendiri tabung gas yang berada di toko, kemudian meninggalkan lokasi.
“Saya juga seolah-olah dialihkan perhatian bungkusi jajan itu. Lalu orangnya ambil sendiri tabung gas itu,” jelasnya.
Baca juga: Maling Elpiji Gentayangan di Batu, Modusnya Sangar!
Beberapa saat kemudian, pemilik toko kembali setelah membeli tambahan mi instan. Jajanan yang telah dikemas kemudian hendak diantarkan ke rumah tetangga yang sebelumnya disebut sebagai mertua pelaku.
Namun, setelah didatangi, rumah tersebut dalam keadaan kosong dan tidak ada seorang pun di lokasi. Kini korban telah melaporkan kejadian itu ke polisi.